Selama Mudik Lebaran 2018 Korban Meninggal Dunia Turun 59%

Sampai hari ini (kemarin-Red), korban meninggal dunia lantaran laka lantas selama Operasi Ketupat Candi 2018 tercatat 15 orang

Selama Mudik Lebaran 2018 Korban Meninggal Dunia Turun 59%
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Sebuah mobil Honda Jazz mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Mangunjiwan, Demak, Sabtu (16/6/2018) sore. 

TRIBUNJATENG.COM - Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dalam gelaran Operasi Ketupat Candi 2018 di wilayah Polda Jateng menurun cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada operasi yang digelar selama H-7 hingga H+8 Lebaran, atau Minggu (24/6) kemarin, korban meninggal dunia akibat laka lantas tercatat 15 orang. Sementara, dalam gelaran operasi yang sama pada 2017, jumlah korban meninggal dunia akibat persitiwa laka lantas mencapai 37 orang.

"Sampai hari ini (kemarin-Red), korban meninggal dunia lantaran laka lantas selama Operasi Ketupat Candi 2018 tercatat 15 orang, atau turun sekitar 59 persen dari tahun sebelumnya," kata, Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Bakharuddin Muhammad Syah, kepada Tribun Jateng, Minggu (24/6).

Sementara secara nasional, Bakharuddin menuturkan, peristiwa laka lantas pada masa Lebaran 2018 juga turun 20 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2017 terjadi 485 peristiwa laka lantas, sedangkan di 2018 turun menjadi 389 kejadian.

"Jumlah laka lantas turun 96 kejadian, atau 20 persen," ucapnya.

Untuk korban luka berat, Bakharuddin menyatakan, turun 21 orang (30 pers‎en), yaitu dari 56 orang di 2017 menjadi 35 korban pada 2018.

Pun demikian korban luka ringan, turun 30 persen, yaitu pada 2018 terdapat 509 orang, berkurang 221 orang dari tahun sebelumnya mencapai 730 orang.

Secara umum, menurut dia, arus mudik-balik Lebaran 2018 lebih lancar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini tak lepas dari adanya jalur tol ‎Trans Jawa.

‎Bakharuddin berujar, pada tahun ini tol Trans Jawa telah tersambung mulai dari Brebes hingga Kabupaten Sragen, yang berbatasan langsung dengan wilayah Jatim, meski sebagian di antaranya masih berstatus fungsional.

‎"Tahun lalu, sebagian tol yang digunakan untuk arus mudik-balik Lebaran di wilayah barat masih bersifat darurat. Sementara pada tahun ini sudah berstatus fungsional, sehingga kondisi jalannya juga lebih bagus," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved