12 Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia di UKSW Salatiga

Sebanyak 12 mahasiswa luar negeri akan belajar bahasa Indonesia di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga

12 Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia di UKSW Salatiga
TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO
12 Mahasiswa Asing Akan Belajar Bahasa Indonesia di UKSW salatiga 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sebanyak 12 mahasiswa luar negeri akan belajar bahasa Indonesia di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga selama enam hingga delapan minggu.

Tiba di Salatiga pada Senin (25/6/2018) kemarin, para mahasiswa ini hadir guna mengikuti kegiatan Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI) yang saat ini sudah menginjak waktu ke 73 dan Consortium for the Teaching of Indonesian (COTI) 2018.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Pembantu Rektor IV Joseph Ernest Mambu di Balairung UKSW selepas Ibadah Senin.

Dalam sambutannya, PR IV mengatakan bahwa disamping belajar bahasa Indonesia, peserta akan diberikan materi keanekaragaman yang ada di Indonesia.

“Nanti peserta bukan hanya belajar bahasa Indonesia, tetapi ada berbagai bahasa daerah yang akan dipelajari seperti bahasa Manado dari Sulawesi Utara, bahasa Ambon dari Maluku. Selain itu peserta juga akan menjumpai keragaman budaya Indonesia di UKSW," terangnya.

PIBBI dan COTI sendiri diselenggarakan oleh Language Training Center (LTC) UKSW. Kali ini mahasiswa datang berasal dari 11 universitas yaitu, George Washington University, Eastern Connecticut State University, University of Georgia, Columbia University, Georgetown University, Karis Ruprecht University of Heidelberg Germany, Soka University of America, Harvard University, Arizona State University, University of California-Los Angeles (UCLA), dan Singapore University.

Direktur LTC UKSW Johanna Likumahuwa, menerangkan, selama berada di Salatiga 12 mahasiswa asing ini akan tinggal bersama orang tua asuh masing-masing. Orang tua asuh yang dipilih juga tidak hanya berasal dari masyarakat lokal Salatiga tetapi terdiri dari keluarga pendatang. Hal ini bertujuan agar para peserta lebih mendalami keragaman yang ada di Salatiga.

Johanna menjelaskan, kali ini peserta PIBBI tidak hanya fokus belajar bahasa Indonesia, tetapi akan mempelajari bahasa Jawa di pusat studi bahasa Jawa UKSW. Mereka juga akan belajar budaya lewat berkunjung ke tempat lokal, belajar tawar menawar di pasar dan belajar cara menyambut tamu, membatik, mengikuti latihan pencak silat dan karawitan.

Lebih lanjut Johanna menerangkan, peserta COTI sendiri rata-rata adalah mahasiswa yang akan melakukan penelitian di Indonesia, sehingga mereka akan lebih disuguhkan konten bahasan yang lebih spesifik sesuai dengan jurusan mahasiswa, seperti isu-isu gender, politik, hukum dan ekonomi.

“COTI ini sudah berlangsung selama 10 tahun, dan UKSW adalah satu-satunya universitas yang menyelenggarakannya di Indonesia. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sehingga kedepan kerjasama ini tidak hanya sampai pada tahap belajar bahasa dan budaya saja, tetapi akan berlanjut pada kerjasama pembuatan karya ilmiah atau penelitian bersama,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Presiden COTI Jolanda M. Pandin, beliau berterima kasih kepada UKSW atas terselenggaranya kegiatan ini. PIBBI sendiri akan berlangsung sejak 25 Juni-3 Agustus, sedangkan COTI dimuali sejak 21 Juni-15 Agustus mendatang.(*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help