Ke Salatiga, Coba Wisata Kuliner Sate Suruh di Kawasan Pertokoan Jalan Sudirman

Berasal dari Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, namun juga dikenal sebagai kuliner khas Salatiga.

Ke Salatiga, Coba Wisata Kuliner Sate Suruh di Kawasan Pertokoan Jalan Sudirman
TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO
Sate Suruh Turut Semarakkan Perkulineran Salatiga 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM SALATIGA - Berasal dari Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, namun juga dikenal sebagai kuliner khas Salatiga.

Nama besar sate suruh mengiringi setiap penyebutan nama kota yang juga dikenal sebagai miniatur Indonesia itu.

Tinggal di Salatiga sejak satu tahun terakhir, Ikhwan Hakim (30) mengaku sudah punya makanan favorit.

Lelaki muda asal Kota Semarang itu mulanya datang ke kedai sate suruh di kawasan Pasaraya lantaran ia tak banyak memahami peta perkulineran Salatiga.

"Pertama kali saya diajak istri yang asli Salatiga ya ke sini, meski sebenarnya ada banyak kedai yang menjajakan sate suruh. Begitu dimakan, rasanya cocok dengan lidah saya sehingga ketagihan sampai sekarang," jelas warga Kelurahan Ledok Kecamatan Tingkir itu, pada Rabu (27/6/2018) petang.

Dalam setiap tusuknya, kontur sate suruh memang tampak berbeda dibandingkan sate pada umumnya.

Dalam jajaran daging yang ditusuk kayu, tidak terselip gajih sama sekali.

"Ini yang membuat saya suka karena biasanya pedagang sate menyelipkan sepotong gajih yang tidak semua orang suka," lanjut karyawan bank swasta tersebut.

Menurut sang pemilik kedai, Ngatmiyati, perbedaan sate suruh dengan sate pada umumnya adalah pada bumbu yang memang dibuat khusus dengan resep yang turun temurun.

Halaman
12
Penulis: ponco wiyono
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help