Hari Ini, Fredrich Jalani Sidang Tuntutan, Dokter Bimanesh Hadapi Sidang Putusan

Diketahui keduanya didakwa bersekongkol merekayasa data rekam medis Setya Novanto agar lolos dari proses penyidikan di KPK.

Hari Ini, Fredrich Jalani Sidang Tuntutan, Dokter Bimanesh Hadapi Sidang Putusan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/2/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua terdakwa di kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto, pengacara Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh akan menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Jaksa KPK, M Takdir mengatakan terdakwa Fredrich akan lebih dulu menjalani sidang putusan pukul 10.00 WIB. Setelah itu, dilanjutkan dengan sidang dokter Bimanesh.

"Hari ini agenda sidang pembacaan putusan. Terdakwa Fredrich diagendakan pukul 10.00 WIB, terdakwa Bimanesh sidang dengan agenda tuntutan pukul 14.00 WIB," ucap Takdir di Pengadilan Tipikor.

Diketahui keduanya didakwa bersekongkol merekayasa data rekam medis Setya Novanto agar lolos dari proses penyidikan di KPK.

Atas perkara ini, Fredrich dituntut 12 tahun penjara karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan merintangi penyidikan e-KTP. Selain itu, Fredrich juga dikenakan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan.

Sementara Bimanesh baru akan menjalani sidang tuntutan siang nanti. Kuasa hukum Bimanesh, Wirawan Adnan optimis kliennya mendapat tuntutan yang lebih ringan dari Fredrich Yunadi.

Menurut Wirawan Adnan alasan utama kliennya bisa mendapat tuntutan ringan ialah tidak terlibat dalam pembuatan skenario untuk merekayasa kecelakaan lalu lintas guna menghalangi pemeriksaan KPK terhadap Setya Novanto.

"Dokter Bimanesh sama sekali tidak terlibat dalam rekayasa kecelakaan lalu lintas yang menjadi dasar dari dakwaan Pasal 21," imbuhnya. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved