Pilkada 2018

Polri Bantah Kalbar Berstatus Siaga I

Polri membantah status keamanan Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (30/18), ditingkatkan menjadi Siaga I.

Polri Bantah Kalbar Berstatus Siaga I
PKBI.or.id
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

TRIBUNJATENG.COM - Polri membantah status keamanan Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (30/18), ditingkatkan menjadi Siaga I.

"Tidak ada peningkatan status keamanan di Kalimantan Barat. Aman dan kondusif," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi Kompas.com, kemarin sore.

Informasi bahwa status keamanan di Kalimantan Barat ditingkatkan jadi Siaga I muncul di media sosial.

Menurut laporan yang masuk ke Mabes Polri, lanjut Setyo, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat hanya terjadi pada Jumat (29/6), yakni di Kabupaten Landak, Kalbar.

Ada konsentrasi massa yang tidak puas dengan hasil hitung cepat jagoannya dalam Pilkada kemarin.

"Namun, sudah berhasil dikendalikan satuan wilayah sehingga situasi aman dan kondusif," lanjut dia.

Bahkan, masyarakat adat berencana 'memadamkan' amarah massa dengan menggelar upacara adat, yakni 'Pamabak'. Ritual itu bertujuan menolak segala bentuk perilaku masyarakat yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Apabila ada masyarakat yang melanggar ketentuan itu, maka akan dikenakan sanksi adat.

"Rencananya, ritual adat akan dilaksanakn di masing-masing kecamatan untuk mencegah kejadian serupa terjadi juga di jajaran wilayah hukum Polres Landak," ujar Setyo.

Setyo meminta seluruh tokoh masyarakat di Kalimantan Barat untuk menahan diri tidak melakukan perbuatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. "Semua tokoh menahan diri dan jangan percaya serta terprovokasi oleh media sosial," ujarnya.

Sementara itu, terkait Pilkada serentak, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengapresiasi pelaksanaan Pilkada serentak, 27 Juni 2018 lalu, di 171 daerah yang berlangsung dengan damai.

Menurut Moeldoko, suksesnya pesta demokrasi lima tahunan tersebut menandakan konsolidasi demokrasi Indonesia semakin baik.

"Kami mengapresiasinya, kita sudah sangat dewasa dalam berdemokrasi, partisipasi publik tinggi. Itu sebenarnya indikator Indonesia dalam konteks konsolidasi demokrasi yang sudah berhasil dengan baik," ujar Moeldoko saat dijumpai di JCC Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.

"Setelah berjalannya Pilkada ini, ada yang menurut hitung cepat menang, ternyata semua tenang. Tidak ada situasi yang berdarah-darah. Itu indikatornya," lanjut dia.

Oleh sebab itu, Moeldoko mengapresiasi seluruh stakeholder yang berkontribusi menciptakan suasana damai. Mulai dari penyelenggara, yakni KPU dan Bawaslu, partai politik, pasangan calon kepala daerah peserta Pilkada, para tim sukses serta yang terpenting adalah masyarakat.

Ia berharap, situasi aman dan damai seperti ini dapat dipertahankan hingga tahun politik 2019 mendatang, di mana Indonesia melaksanakan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden wakil presiden. "Semoga tahun depan berjalan dengan baik," ujar Moeldoko. (tribunjateng/cetak/kps/tribunnews.com)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help