Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi, Wihaji Perintahkan Bidan Dampingi Ibu Hamil

Bupati Batang, Wihaji meminta semua Bidan di Kabupaten untuk melakukan pendampingan kepada ibu-ibu hamil.

Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi, Wihaji Perintahkan Bidan Dampingi Ibu Hamil
Istimewa
Bupati Batang, Wihaji, saat menyerahkan SK Bidan Delima Kabupaten Batang secara simbolis, Sabtu ( 30/6/18). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Bupati Batang, Wihaji meminta semua Bidan di Kabupaten Batang untuk melakukan pendampingan kepada ibu-ibu hamil.

Hal tersebut merujuk pada keprihatinannya kepada angka kematian ibu usai melahirkan di Kabupaten Batang masih cukup tinggi.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, tercatat pada tahun 2017 angka ibu meninggal dunia mencapai 16 orang, sedangkan di tahun 2018 sampai dengan bulan Juni sudah mencapai 10 orang, sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah.

"Saya sudah perintahkan ke bidan - bidan desa untuk mengintensifkan program pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk memantau ibu hamil. Ini penting untuk mengantisipasi apabila terjadi permasalahan pada ibu hamil," tutur Bupati Batang Wihaji.

Ia juga meminta kepada bidan untuk terus mendampingi agar tidak ada lagi terjadi ibu melahirkan meninggal dunia, karena sekarang setiap desa sudah memiliki bidan desa yang siap membantu mendeteksi permasalahan ibu hamil dan melahirkan.

" Saya sangat berharap jangan sampai ada kematian ibu gara - gara melahirkan, apabila memang ada permsalahan harus bersinergi dengan Puskesmas dan Rumah Sakit," ujarnya.

Sementara, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Batang Yayan Nuryanah mengatakan upaya untuk mengurangi ibu melahirkan meninggal dunia dengan telah dilakukan dengan melakukan sosialisasi memberikan pengetahuan tentang pentingnya nutrisi makanan ibu hamil.

"Sosialisasi memberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan kesehatan kepada ibu hamil dan menyusui harus terus digencarkan oleh bidan - bidan desa.

Karena di pelosok - pelosok desa pantangan makanan masih ada merek tidak boleh makan dengan lauk pauk, setelah melahirkan hanya diperbolehkan makan nasi dan krupuk usek atau ngasrep," terangnya.

Halaman
12
Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help