Lima Pedagang Asongan Terminal Diwisuda Wali Kota Tegal

Nur Sholeh sebagai Walikota merasa sangat puas atas wisudanya kelima pedagang asongan yang rata-rata berumur dari 30 - 50 tahun itu

Lima Pedagang Asongan Terminal Diwisuda Wali Kota Tegal
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Foto bersama dengan Walikota Tegal HM Nur Sholeh (tengah) di Terminal Kota Tegal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Wali Kota Tegal Definitif HM. Nur Sholeh secara resmi mewisuda lima pedagang asongan yang mengikuti Paket A (Ujian Persamaan SD) di Terminal Kota Tegal, Rabu (4/7/2018) pagi ini.

Adapun pedagang asongan itu di antaranya, Casmuah, Nifeng Sunarto Syafii, Priyatin, Saryadi Rakyan Lesmana, dan Wariah.

Mereka berlima merupakan peserta didik di Sekolah Terminal Sakila Kerti yang digagas oleh Dr. Yusqon.

Nur Sholeh sebagai Walikota merasa sangat puas atas wisudanya kelima pedagang asongan yang rata-rata berumur dari 30 - 50 tahun itu.

Sebab, meski sudah berumur berkepala tiga atau lebih, Nur Sholeh menilai, semangat belajar mereka tak tumpul untuk mengejar paket persamaan.

"Ini sekolah terminal satu-satunya di Indonesia. Maka dari itu, wisuda kelima pedagang asongan ini harus dirayakan secara resmi. Saya mewakili Pemkot, ingin mereka melanjut untuk mengejar Paket B (Persamaan SMP)," papar Nur Sholeh kepada Tribunjateng.com

Lebih lanjut, Kang Nur, sapaan akrabnya menuturkan, bahwa Kota Tegal harus menjadi kota literasi yang bisa diakses semua golongan.

Artinya, kata Kang Nur, masyarakat Kota Tegal adalah warga yang senang membaca, sebagaimana fitrah dalam surah Al-Iqra.

"Pemkot melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tegal akan mendukung terus program pendidikan bagi semua warganya. Semua orang punya hak yang sama," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Tegal, Johardi menuturkan, bahwa Sekolah Terminal Sakila Kerti mendapatkan nilai tertinggi untuk ujian Paket A dari sembilan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Tegal.

"Paling tinggi nilainya diperoleh oleh PKBM Sakila Kerti dengan jumlah nilah 294.97 dari lima mata pelajaran," tutur Johardi.

Menurutnya, kegiatan wisuda lima pedagang asongan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan PKBM Sakila Kerti alias perdana.

Bahkan, ia menilai bahwa acara wisuda untuk para pedagang asongan ini jarang ada, apalagi di wilayah Kota Tegal.

"Ini pertama kalinya. Mungkin juga di daerah lain pun jarang. Semoga pedagang asongan lainnya di Terminal Kota Tegal ikut mengejar Paket A. Untuk ke lima wisadawan ini, semoga mengejar Paket B," tambah Johardi. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help