Semester Pertama, Realisasasi Penerimaan Pajak Daerah Batang Capai 50 Persen

dilihat dari capaian pada semester pertama ini optimis bisa target bisa terlampaui.

Semester Pertama, Realisasasi Penerimaan Pajak Daerah Batang Capai 50 Persen
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah ( BPKPAD) Kabupaten Batang, Bambang Supriyanto saat ditemui di kantornya, Rabu (4/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG- Semester pertama tahun 2018 realisasi penerimaan pajak asli daerah (PAD) di Kabupaten Batang data terakhir sudah mencapai 50 persen sebesar Rp 35,3 miliar dari total target pada tahun 2018 Rp 71,7 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah ( BPKPAD) Kabupaten Batang, Bambang Supriyanto mengatakan, target penerimaaan pajak asli daerah (PAD) pada tahun 2018 sebesar Rp 71,7 miliar dilihat dari capaian pada semester pertama ini optimis bisa target bisa terlampaui.

"Secara presentase dari total target pada semester pertama ini sudah mencapai 50 persen, dengan sisa waktu enam bulan ke depan optimis bisa mencapai target," tutur Bambang saat ditemui di kantornya, Rabu (4/6/2018).

Dikatakannya serapan pajak yang dipungut terdapat 11 sektor pajak, di antaranya pajak Hotel, Restoran, Hiburan, Reklame, Penerangan Jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB), pajak parkir, pajak air tanah (PAT), pajak sarang burung walet, pajak bumi dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB-PP), serta pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah ( BPKPAD) Kabupaten Batang, pencapaian pajak pada 11 sektor tersebut, pajak Hotel sudah mencapai 52,5 persen, Restoran 56,76 persen, Hiburan 58,36 persen, Reklame 51,37 persen, penerangangan Jalan 91,4 persen, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) 32,08 persen, parkir 64,70 persen, pajak air tanah (PAT) 41,01 persen, pajak sarang burung walet mencapai 66,80 persen, pajak bumi dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB-PP) 50,23 persen
serta pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) 59,49 persen.

"Dari hasil yang lebih rinci pada 11 sektor pajak pada data rata-rata semua sudah lebih dari 50 persen, meskipun ada yang belum mencapai 50 persen tapi saya yakin bisa dikejar dan kami terus berusaha mencapainya," ujarnya.

Dikatakannya, sektor pajak yang paling mencolok kenaikan yaitu pada pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) dan sesuai instruksi Bupati dinaikkan cukup tinggi dari tahun lalu yang hanya 200 juta, pada tahun ini mencapai 5 miliar.

"Memang MBLB saat ini belum mencapai 50 persen, hal itu karena adanya kenaikan yang cukup tinggi, tapu ini menjadi tantangan bagi kami untuk lebih meningkatkan kinerja, melihat potensi yang ada lebih besar kami yakin bisa melampaui target itu," ujarnya.

Dikatakannya juga hap yang selalu menjadi kendala yaitu sebagian besar para pengusaha wajib pajak belum mau memberikan pajak sesuai dengan potensinya.

"Kami tetap selalu berupaya dengan memberikan sosialisasi secara rutin, door to door maupun face to face, agar para pelaku usaha bisa membayarkan pajak sesuai dengan peraturan daerah yang sudah ditentukan," pungkasnya.

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help