Wow, Inovasi Pelayanan Publik Kota Tegal Masuk Top 99 dari Ribuan Proposal

Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal kini masuk ke jajaran 99 inovasi pelayanan publik terbaik atau top 99 se-indonesia

Wow, Inovasi Pelayanan Publik Kota Tegal Masuk Top 99 dari Ribuan Proposal
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Walikota Tegal Nursholeh (Tengah) berfoto bersama dengan lima wisudawan pedagang asongan di Terminal Kota Tegal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal kini masuk ke jajaran 99 inovasi pelayanan publik terbaik atau top 99 se-indonesia yang dipilih Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tegal Johardi saat ditemui Tribunjateng.com, Rabu (4/7/2018).

Ia menyebut, proposal inovasi pelayanan publik yang diajukan Pemkot Tegal bahkan berhasil menyingkirkan ribuan inovasi lainnya.

Tercatat, adapun sebanyak 2824 proposal inovasi pelayanan publik dari seluruh daerah di Indonesia yang diajukan ke Kemenpan RB.

Johardi menuturkan, inovasi pelayanan milik Pemkot Tegal yang bahkan bisa menebus top 99 adalah program 'Lady Song'.

Nama program itu merupakan singkatan dari "Pelayanan Dengan Inovasi Simultan Untuk Pengasong Dan Masyarakat Lansia Terminal" yang digarap oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sekolah Terminal Sakila Kerti.

"Lewat ini, kami (Pemkot) serius juga terhadap pelayanan hak pendidikan bagi warga asongan di Terminal. Sesuai mandat UU Pendidikan Nasional," kata Johardi kepada Tribunjateng.com, saat sehabis mewisuda lima pedagang asongan di Terminal Kota Tegal, Rabu (4/7/2018).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengajuan proposal itu sudah dimulai sejak 31 Maret 2018 lalu.

Dari ribuan proposal yang masuk, kata Johardi, pihak Kemenpan RB menilai bahwa program layanan 'Lady Song' lolos dan masuk top 99 atau 99 layanan terbaik.

"Saya berterima kasih, khususnya ke Dr. Yusqon selaku penggagas program sekolah terminal ini. Hari ini, untuk pertama kalinya, kami mewisuda lima asongan yang telah mengejar paket A (persamaan SD). Ke depan, kami akan mengejar juga untuk teman-teman asongan lainnya," papar Johardi.

Sementara itu, Penggagas PKBM Sakila Kerti, Dr Yusqon menginginkan, agar sekolah terminal pertama di Indonesia ini bisa lebih menampung banyak para pekerja di sekitar Terminal.

Selain itu, ia juga berharap agar kelima wisudawan yang telah berhasil mengejar Paket A, segera melanjutkan untuk meraih Paket B ke depannya.

"Semoga lima pedagang asongan yang wisuda ini lanjut ya ke Paket B dan selanjutnya lagi Paket C," tutur Yusqon.(*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved