"Kami Ingin Makam Samanhudi Sebagus Makam Presiden Soekarno"

Menurut Suwardi, meski makam Samanhoedi telah dibangun oleh Pemkab Sukoharjo, tetap masih ada kekurangan

Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Ziarah makam KH. Samanhudi di Banaran Grogol Sukoharjo, Jumat (6/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Menghargai jasa pahlawan menjadi bukti bahwa kita manusia yang beradab," kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Suwardi (70) Ketua Komunitas Peduli Museum Samanhudi saat ditemui Tribunjateng.com di sela kegiatan Ziarah KH. Samanhoedi, seorang pahlawan nasional Indonesia di Banaran, Grogol, Sukoharjo, Jumat (6/7/2018) sore.

Sekitar seratusan masyarakat sekitar memang sedang melakukan ziarah kubur di makam tersebut sebagai bagian Napak Budaya Samanhudi ke-8.

Makam KH. Samanhudi di Banaran Grogol Sukoharjo, Jumat (6/7/2018).
Makam KH. Samanhudi di Banaran Grogol Sukoharjo, Jumat (6/7/2018). (Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti)

Selain mertabur bunga, masyarakat sekitar tampak memanjatkan doa untuk pahlawan nasional yang lahir di Laweyan, Solo itu.

Menurut Suwardi, meski makam Samanhoedi telah dibangun oleh Pemkab Sukoharjo, tetap masih ada kekurangan.

Misalnya di makam-makam sekitarnya yang dinilainya memiliki kondisi terbengkalai, hingga plang penunjuk arah ke makam tersebut yang telah luntur dimakan usia.

"Kami ingin makam Samanhudi bisa bagus lagi. Kalau bisa setara dengan makam Presiden Soekarno karena Presiden pertama Indonesia itu mengamalkan ilmu dari Samanhudi yang diturunkan ke HOS. Tjokroaminoto," paparnya.

Menurutnya kajian untuk memperbaiki makam Samanhudi telah dilakukan secara bersungguh-sungguh. Pihaknya akan segera diperbaiki.

"Hamdan Zoelva yang sekarang ketua Syarikat Islam (SI) akan berkunjung ke makam ini. Kita canangkan juga pembangunan makam Samanhudi agar menjadi lebih baik. Sudah ada DED nya, tinggal menunggu dana," ungkap dia.

Selain itu ia menjelaskan, kawasan itu akan dicanangkannya menjadi kawasan wisata guru bangsa.
"Tujuannya adalah untuk mengenang jasa KH. Samanhudi yang juga pahlawan bangsa. Ia menjadi guru para pahlawan Indonesia yang semestinya harus dihormati," kata Suwardi.

Menurutnya hingga saat ini masyarakat Sondakan, Laweyan, Solo masih menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan Samanhudi. Semisal menjaga kejujuran dan kesetaraan.

Ziarah makam KH. Samanhudi di Banaran Grogol Sukoharjo, Jumat (6/7/2018).
Ziarah makam KH. Samanhudi di Banaran Grogol Sukoharjo, Jumat (6/7/2018). (Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti)

"Beliau adalah putra daerah. Pedagang batik yang ingin sekali menaikkan ekonomi desanya lewat perdagangan batik. Kami terus menjaga nilai-nilai tersebut," ungkap dia.

Gus Qomaruzzaman, Ketua Umum Persaudaraan Samanhudi-Tjokroaminoto menambahkan revitalisasi makam Samanhudi ini juga akan menyasar semua taman makan di kawasan Banaran Sukoharjo tersebut.

"Jadi tidak hanya makan pahlawan nasional tersebut, tetapi makam-makam di sekitarnya juga. Tak lupa masjid yang ada di kompleks makam inin juga akan diperbaiki," ungkapnya.
Gus Qom menilai, revitalisasi ini akan dilakukan segera di tahun ini. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved