Menyimpan Kisah Pilu Masa Lalu, Tembok Berlin Dibenci Sekaligus Dirindu

Sebagai destinasi wisata, Tembok Berlin (dalam bahasa Jerman: Berliner Mauer) menyimpan sejarah panjang

Menyimpan Kisah Pilu Masa Lalu, Tembok Berlin Dibenci Sekaligus Dirindu
Tembok Berlin di Jerman, Rabu (21/6/2018), memiliki daya tarik menyedot wisatawan.(KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA) 

TRIBUNJATENG.COM - Sebagai destinasi wisata, Tembok Berlin (dalam bahasa Jerman: Berliner Mauer) menyimpan sejarah panjang.

Tembok Berlin dibangun oleh pemerintahan komunis Jerman Timur di bawah pimpinan Walter Ulbricht pada 13 Agustus 1961.

Awalnya, tembok ini hanya kawat berduri yang direntangkan sepanjang 155 kilometer di perbatasan Berlin Timur dengan Berlin Barat.

Kemudian dibangun tembok beton permanen dengan kawat berduri di atasnya.

P
Sisa-sisa Tembok Berlin di Jerman, Rabu (21/6/2018), memiliki daya tarik menyedot wisatawan.(KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA)

Lantas Tembok Berlin semakin diperkokoh dengan dibangunnya tembok lapis kedua yang terbuat dari beton dengan tinggi 4 meter.

Pembangunan tembok ini bersamaan dengan pembangunan 300 menara pengawas dengan senjata lengkap, 30 bunker, beberapa pos perbatasan serta pagar sinyal yang bisa mendeteksi penyeberang.

Setelah Tembok Berlin dibangun, akses warga Berlin Timur ke Berlin Barat semakin sulit.

Pemeriksaan ketat dilakukan melalui Checkpoint Charlie.

]
Tembok Berlin di Jerman, Rabu (21/6/2018), memiliki daya tarik menyedot wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.(KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA)

Namun demikian, masih banyak juga warga Berlin Timur yang mencoba menerobos tembok pembatas tersebut demi menemukan kebebasan di Berlin Barat.

Untuk melihat tempat dimana Tembok Berlin masih kokoh, dilengkapi menara pengawas, wisatawan bisa mendatangi Berlin Wall Memorial (dalam bahasa Jerman: Gedenkstäätte Berliner Mauer) di Bernauer Straße.

[
Wisatawan mengintip dari celah-celah tembok di Berlin Memorial Wall, Rabu (21/6/2018), untuk membayangkan bagaimana korban yang tewas saat melarikan diri melewati Tembok Berlin.(KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA)
Halaman
12
Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved