Ini Bahayanya Jika Terlalu Lama Duduk dalam Bekerja

"Bahkan saya juga pernah wasir, hanya karena sering duduk. Tapi yang paling sering terasa pegal pada bagian tulang punggung

Ini Bahayanya Jika Terlalu Lama Duduk dalam Bekerja
tribunjateng/Faizal M Affan
Farah merasa sakit punggung karena terlalu lama duduk di depan komputernya 

TRIBUNJATENG.COM - Duduk merupakan aktivitas yang wajar dan dilakukan oleh semua orang. Bahkan hewan mamalia berkaki empat juga kerap melakukannya. Aktivitas bayi sebelum bisa berjalan juga banyak melakukan duduk. Tapi apa jadinya jika duduk yang dilakukan terlalu lama. Seperti yang dirasakan Farah Zahara Maulida (23), yang kerap merasakan kesakitan pada bagian punggung saat terlalu lama duduk.

"Bahkan saya juga pernah wasir, hanya karena sering duduk. Tapi yang paling sering terasa pegal pada bagian tulang punggung, dan leher belakang," jelas Farah.

Wanita yang bekerja sebagai Sales Admin di Hotel Star Semarang ini, setiap hari bisa menghabiskan waktu delapan jam hanya untuk duduk. Bukan tanpa alasan, karena hal tersebut sudah menjadi tuntutan pekerjaan, yang mengharuskan Farah berhadapan langsung dengan perangkat komputer. Jika dikalkulasi, dalam satu pekan Farah harus duduk kurang lebih 40 jam.

"Apalagi saya menjadi sales admin sudah dua tahun ini. Jadi tahu sendiri berapa banyak waktu yang saya gunakan untuk duduk. Tapi memang hal itu sudah menjadi tanggung jawab saya sehari-hari. Untuk mengatasinya, biasanya saya akan selingi dengan jalan-jalan antarruang kantor yang ada di Hotel Star Semarang," beber wanita asli Kendal ini.

Tak hanya sakit punggung dan wasir saja yang pernah ia alami. Farah sekarang juga sudah mengalami mata minus karena terlalu lama terpampang oleh layar komputer. Farah mengatakan, ukuran minus matanya sekarang sudah mencapai 2,25. Tetapi, saat bekerja, dirinya enggan menggunakan kacamata. Farah lebih memilih menggunakan soft lens minus yang ia beli di toko optik terpercaya.

"Saya pakai kacamata jika sedang tidak bekerja. Karena menurut saya, kacamata bisa mengubah penampilan saya. Apalagi saya juga tidak terbiasa," tambahnya.

Parahnya, Farah kini sudah menghentikan olahraga zumba untuk sementara waktu. Sehingga karena sudah tidak pernah olahraga, ia lebih sering mengalami otot punggung pegal dan lebih mudah capai saat bekerja. Ia mengatakan, saat masih aktif melakukan olahraga zumba, membuat tubuhnya tidak mudah capai walau terlalu lama duduk. Tidur pun juga lebih nyenyak, serta membuatnya tidak malas-malasan saat bekerja.

"Rasanya memang beda. Dahulu saat saya masih sering ikut zumba, badan tidak mudah terasa pegal dan leher juga tidak mudah sakit. Ditambah tidur jadi lebih nyenyak. Tapi karena sekarang sudah tidak ikut lagi, jadi saat bekerja kurang bersemangat dan sering insomnia," paparnya.

Efek negatif dari aktivitas duduk yang terlalu lama juga dialami Budiharto Fajar Mumpuni (30). Pria yang sehari-sehari bekerja sebagai akuntan di Hotel Grandhika Semarang ini, hampir delapan jam lebih duduk di depan komputer kerja. Akibat yang ditimbulkan dan paling sering dirasakan Fajar yakni otot punggung hingga leher bagian belakang terasa pegal. Ditambah mata yang mudah perih karena terpapar radiasi layar dalam durasi yang cukup lama.

"Dahulu juga pernah mengalami wasir. Tapi itu karena pola makan saya tidak teratur. Saya kurang makan sayur dan buah, apalagi minum air putih hanya saat mulut kering saja. Sehingga kebutuhan air dalam tubuh kurang," tutur pria asli Surabaya ini.

Lima tahun menjadi akuntan, Fajar juga merasakan ada perubahan fisik yang terlihat, yaitu kenaikan berat badan. Ada kekhawatiran Fajar akan mengalami diabetes karena kurang melakukan aktivitas fisik. Tapi sekarang ia juga sudah sadar, dan mencoba untuk menerapkan pola makan yang sehat. Selain pola makan, Fajar juga melakukan pencegahan dengan perenggangan otot ketika sedang ingin merokok.

"Karena saya perokok, jadi saat keluar kantor untuk merokok sekaligus melakukan perenggangan otot. Tujuannya supaya badan tidak mudah capai, dan mata tidak perih," ucapnya.

Bukan hanya itu saja, saat kurang enak badan Fajar juga mengonsumsi minuman yang mengandung vitamin C. Hal itu berguna untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap fit saat kurang istirahat. Dirinya bukanlah orang yang rutin melakukan olahraga. Kegiatan tersebut dilakukan hanya saat ingin saja dan belum tentu setiap hari. Jika sedang ingin, Fajar lebih memilih jogging di pagi hari.

"Beberapa kali saya jogging pagi. Tapi jika itu pas sedang ingin saja, kalau malas ya tidak. Padahal olahraga itu penting menurut saya. Tapi ya begitu, masih kalah dengan rasa malasnya," pungkas Fajar.(tribunjateng/cetak/afn)

Penulis: faisal affan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help