Tahun Ini Pasar Banyumanik akan Direvitalisasi, Jumlah Kios Ditambah

Dinas Perdagangan Kota Semarang bakal merevitalisasi Pasar Banyumanik pada 2018 ini dengan anggaran Rp 6 miliar

Tahun Ini Pasar Banyumanik akan Direvitalisasi, Jumlah Kios Ditambah
tribunjateng/dok
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang bakal merevitalisasi Pasar Banyumanik pada 2018 ini. Pasar tersebut dibangun ulang setelah Kementerian Perdagangan mengucurkan dana bantuan Rp 6 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pembangunan pasar tersebut dilakukan karena kondisinya yang sudah tidak representatif. Dengan dilakukannya revitalisasi, diharapkan Pasar Banyumanik semakin bersih dan ramai.

"Ini programnya seperti Pasar Simongan dulu. Tiap tahun kita dapat anggaran dari Kementerian untuk revitalisasi pasar. Dari beberapa pasar yang kami tinjau, Pasar Banyumanik mendesak untuk dilakukan perbaikan," kata Fajar kepada Tribun Jateng, Minggu (8/8/2018).

Saat ini, Pasar Banyumanik memiliki 30 kios. Seluruh area pasar nantinya dibongkar dan akan dibangun kembali. Di pasar baru, jumlah kios akan ditambah 40 sehingga menjadi 70 kios.

Fajar mengungkapkan, penambahan kios tersebut inisiatif dari Dinas Perdagangan karena melihat daya tampung pasar masih mencukupi. Selain itu, banyak pedagang yang meminta untuk diberi tempat berjualan di dalam pasar tersebut.

"Jadi Kementerian memberi kami kebebasan untuk merevisi jumlah kios. Karena itu, dari semula 30 kios, kami tambah menjadi 70 kios agar daya tampung pedagang lebih banyak," jelasnya.

Dikatakannya, proses pembangunan pasar sampai saat ini masih dalam persiapan lelang di Kementerian Perdagangan. Dijadwalkan, lelang bisa dikaksanakan Agustus mendatang sehingga pekerjaan bisa dimulai pada September.

Menurutnya, waktu empat bulan mulai September-Desember masih mencukupi untuk pembangunan pasar jika pemenang lelang merupakan rekanan yang berkompeten.

Hanya saja, yang perlu diantisipasi adalah sudah memasuki musim penghujan sehingga dikhawatirkan akan mengganggu pekerjaan. Hal itu agar kejadian molornya pembangunan pasar seperti yang terjadi saat pembangunan Pasar Simongan, tidak terulang.

"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait pembangunan dan revitalisasi Pasar Banyumanik. Kami juga sudah membuat rencana kegiatan anggaran (RKA). Semoga tidak ada kendala dalam proses lelangnya," harapnya.

Terkait pedagang, Fajar menambahkan, nantinya akan direlokasi sementara. Pihaknya telah menyiapkan tempat yabg bisa ditempati para pedagang yaitu di sekitar lokasi Pasar Banyumanik. Hanya saja, para pedagang nantinya diharuskan membangun sendiri lapak sementara untuk berjualan.

"Karena kami tidak ada alokasi anggaran untuk membangun lapak-lapak pedagang di pasar darurat, sehingga mereka kami minta membuat sendiri," paparnya.

Setelah pembangunan selesai, dijadwalkan para pedagang akan kembali menempati Pasar Banyumanik yang baru pada awal 2019 mendatang. Namun sebelumnya dilakukan pembagian kios sesuai jenis dagangannya agar tidak bercampur. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help