Anggarkan 50 Juta, BPBD Kabupaten Tegal Antisipasi Beberapa Wilayah Kekeringan

Kepala BPBD Kabupaten Tegal, Tedjo Kisworo menyebut, anggaran sebesar Rp 50 juta itu untuk penyediaan air bersih.

Anggarkan 50 Juta, BPBD Kabupaten Tegal Antisipasi Beberapa Wilayah Kekeringan
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal pun mendirikan tenda darurat untuk warga yang mengungsi tidak jauh dari lokasi bencana. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Anggaran sebesar Rp 50 juta disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal untuk mengantisipasi musim kemarau yang dapat menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah.

Musim kemarau sendiri diperkirakan akan berlangsung hingga September 2018 mendatang.

Kepala BPBD Kabupaten Tegal, Tedjo Kisworo menyebut, anggaran sebesar Rp 50 juta itu untuk penyediaan air bersih.

‎Tedjo mengatakan, apabila biaya satu tangki air bersih seharga Rp 55.000, maka jumlah alokasi anggaran tersebut sangat cukup untuk penyediaan air bersih.

"Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, Satu tangki air bersih seharga Rp 55.000 sudah cukup, termasuk untuk BBM juga," ujar Tedjo kepada Tribunjateng.com, Senin (9/7/2018).

Meski musim kemarau tengah berlangsung, ia mengaku belum mendapat laporan atau permintaan bantuan air bersih dari warga.

Lebih lanjut, pihaknya tetap akan menyalurkan bantuan air bersih di wilayah-wilayah yang menjadi langganan kekeringan meskipun tidak ada laporan.

‎"Sudah ada pemetaan, wilayah-wilayah yang rawan di mana saja. Jadi, walaupun tidak ada permintaan, kita tetap turun menyalurkan bantuan air bersih," tandasnya

Dari pemetaan pihaknya, ‎sejumlah wilayah yang rawan kekeringan tersebut adalah Kecamatan Warureja, Suradadi, Kramat dan Jatinegara.

Selain itu, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sejumlah warga desa di wilayah Kecamatan Kedungbanteng, dan Balapulang juga biasanya membutuhkan bantuan air bersih saat musim kemarau.

‎"Kami menyiapkan bantuan tangki air bersih, juga menyiagakan relawan-relawan di beberapa wilayah yang rawan. Jadi bantuan bisa langsung disalurkan kalau warga sudah membutuhkan," ujar Tedjo. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help