musim kemarau

Malam Terasa Lebih Dingin? BMKG Tegal: Ini Bukan Karena Aphelion

Prakirawan BMKG Kota Tegal Hendy Andriyanto mengatakan, suhu dingin yang terjadi bukan karena aphelion, tetapi akibat peralihan musim

Malam Terasa Lebih Dingin? BMKG Tegal: Ini Bukan Karena Aphelion
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto/dok
Sejumlah warga berendam air laut di pantai pulau kodok Tegal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Fenomena aphelion tidak berdampak di wilayah Kota Tegal.

Meski akhir-akhir ini suhu udara di wilayah Kota Tegal mengalami penurunan, namun BMKG Kota Tegal memastikan suhu udara yang dingin bukan diakibatkan fenomena aphelion.

Prakirawan BMKG Kota Tegal Hendy Andriyanto mengatakan, suhu dingin yang terjadi bukan karena aphelion, tetapi akibat peralihan musim dari penghujan menuju kemarau.

Ia menuturkan bahwa informasi aphelion tersebut tersebar dengan sangat cepat dan cukup meresahkan masyarakat.

Sebenarnya, kata Hendy, fenomena aphelion ini adalah peristiwa astronomis yang terjadi satu tahun sekali pada kisaran bulan Juli.

Sementara itu, pada waktu yang sama secara umum, wilayah Indonesia berada pada periode musim kemarau.

Hal ini mengakibatkan aphelion seolah memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia.

"Padahal pada faktanya, penurunan suhu di bulan Juli belakangan ini lebih dominan disebabkan karena beberapa hari terakhir di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT kandungan uap di atmosfer cukup sedikit," terang Hendy kepada Tribunjateng.com, Senin (9/7/2018).

Menurutnya, kandungan uap itu terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa hari terakhir.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help