Musibah Kebakaran

Labfor Ambil Sample Abu di Rumah Korban Kebakaran yang Menewaskan Ibu dan Anak

Pihak aparat kepolisian masih terus menyelidiki insiden kebakaran, yang menewaskan ibu dan anaknya, di Rejosari, Semarang

Labfor Ambil Sample Abu di Rumah Korban Kebakaran yang Menewaskan Ibu dan Anak
tribunjateng/hesty imaniar
Pihak aparat kepolisian masih terus menyelidiki insiden kebakaran, yang menewaskan ibu dan anaknya di Jalan Bugangan Raya 25, Rejosari, Semarang Timur pada pada Minggu (8/7/2018) malam lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pihak aparat kepolisian masih terus menyelidiki insiden kebakaran, yang menewaskan ibu dan anaknya di Jalan Bugangan Raya 25, Rejosari, Semarang Timur pada pada Minggu (8/7/2018) malam lalu.

Beberapa sampel pun telah diambil oleh petugas, untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik Mabes Polri Cabang Semarang.

Baca: Kebakaran di Bugangan Semarang, Ibu dan Anak Tewas Diduga Terjebak Api

Dua korban bernama Linda Maria (47) dan anaknya Karlina Winata (10), tidak terselamatkan saat api membakar habis rumah yang juga dijadikan toko obat dan peralatan bayi tersebut.

Di sisi lain, nenek korban Dorkas Puji Rahayu (70) berhasil menyelamatkan diri saat api mulai melahap bangunan itu.

Disampaikan oleh, Kasubbid Fisika dan Komputer Labfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang, AKBP Teguh Primono, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan oleh tim labfor dan Inafis Polrestabes Semarang.

Olah TKP dilakukan sejak pukul 09.30 sampai pukul 11.00 WIB. Sejumlah barang bukti dan sampel dibawa oleh petugas untuk dilakukan uji laboratorium.

"Kami sudah lakukan olah TKP. Barang bukti ini kami kumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk mengetahui penyebab kebakaran. Kurang lebih penyelidikan dalam waktu satu minggu kedepan," katanya, Senin (9/7/2018).

Ditanya soal dari mana titik api berasal, Teguh belum dapat memastikan. Ia menjelaskan jika kebakaran tersebut potensi panasnya ada pada proses elektrik, proses mekanik, biocemis dan cemis.

"Belum ada dugaan. Terlalu dini kalau menduga penyebabnya. Sementara ini masih berdasarkan barang bukti dan teknis saja," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: hesty imaniar
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help