Petani Senang, Harga Kopi Robusta di Batang Naik

Para petani kopi di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang merasa senang, pasalnya harga kopi meningkat, Selasa (10/7/2018).

Petani Senang, Harga Kopi Robusta di Batang Naik
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Para petani kopi di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang merasa senang, pasalnya harga kopi meningkat, Selasa (10/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Para petani kopi di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang merasa senang, pasalnya harga kopi meningkat, Selasa (10/7/2018).

Walaupun peningkatan harga jual kopi tidak signifikan, yaitu mencapai Rp 1-2 ribu per kilogramnya. Namun peningkatan harga terbilang tinggi di banding beberapa tahun lalu.

Seperti yang diungkapkan oleh Jiman (53) warga Wonosari Kecamatan Bawang. Dalam kurun waktu satu bulan ia sanggup menjual 1.5 ton kopi.

"Petani kopi di Kecamatan Bawang memang sedang melakukan panen raya, walaupun hasil panen sedikit menurun namun harga jual kini naik. Perkilogramnya mencapai Rp 5-6 ribu dibanding tahun lalu kopi basah hanya tembus dikisaran Rp 4 ribu," ujarnya kepada Tribunjateng.com.

Menurutnya pohon kopi yang ia tanam di daerah ketinggian sekiar 700 meter di atas permukaan laut merupakan tanaman yang minim perawatan, pasalnya Jiman hanya mengeluarkan biaya Rp 200 ribu untuk membeli perstisida rumput tiga bulan sekali.

"Berbeda dengan tembakau yang harus dijaga benar perawatannya, dulu ladang milik saya ditanami tembakau namun perawatan mahal jadi menggantinya dengan kopi," jelasnya.

Hal serupa dikatakan oleh Titik Lestari (46) petani kopi asal kebaturan. Baginya kopi merupakan tabungan akhir tahun karena bisa dipanen setahun sekali.

"Kalau untuk kebun kopi dengan luas 1,5 hektar bisa memperoleh hasil sekitar 4-7 ton. Namun dengan catatan perawatan kebun baik dan cuaca juga mendukung," paparnya.

"Panen kopi terjadi sejak bulan puasa lalu, karena sering hujan hasil panen kopi tidak sebanyak musim kemarau," terangnya.

Adapun Yarsono Kepala Kecamatan Bawang menuturkan, di wilayah Kecamatan Bawang ada beberapa desa penghasil kopi.

"Dari 20 desa yang ada di Kecamatan Bawang, Desa Kebaturan, Wonosari, Candirejo dan Sidoharjo terdapat kebun kopi milik petani," tambahnya.

Masih dijelaskan Yarsono, kebanyakan kebun kopi dikelola oleh petani sekitar, walaupun tidak menjadi mayoritas namun akhir tahun 2018 para petani masih akan melakukan panen.

"Kebun kopi milik petani di Bawang tidak terlalu luas di kisaran 1-2 hektar, namun selain produk sayuran yang menjadi unggulan, kopi juga menjadi produk khas di Kecamatan Bawang," timpalnya.

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help