Anda Kerja Dituntut Duduk Terlalu Lama? Inilah Efek Sampingnya Kata Dokter

Karyawan yang sudah usia lanjut. Apalagi harus dituntut untuk bekerja secara duduk selama delapan jam lebih. Bisa-bisa, engkel kaki akan membengkak.

Anda Kerja Dituntut Duduk Terlalu Lama? Inilah Efek Sampingnya Kata Dokter
tribunjateng/Faizal M Affan
Farah merasa sakit punggung karena terlalu lama duduk di depan komputernya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semua orang pasti pernah melakukan aktivitas duduk. Baik di kursi, lantai, atau tempat manapun.

Tapi tahukah kamu jika duduk terlalu lama memberikan dampak negatif? Apalagi yang dilakukan secara berulang-ulang dalam kurun waktu yang cukup lama.

Seperti yang dijabarkan dr. Endang Erwinanti, Sp.KFR, dokter spesialis Rehab Medik di RS Hermina Banyumanik Semarang kali ini.

Ia menjelaskan, dampak negatif dari aktivitas duduk yang terlalu lama yang paling sering terasa yakni pegal pada punggung dan leher.

"Hal itu dikarenakan peredaran darah yang tidak lancar. Harusnya, otot juga mendapatkan asupan darah dengan kadar oksigen yang tercukupi. Jika tidak, akan berakibat pegalnya pada bagian punggung, paha, dan leher," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk karyawan yang berusia di bawah 40 tahun, tidak begitu merasakan dampak tersebut.

Namun, lain halnya dengan karyawan yang sudah usia lanjut. Apalagi harus dituntut untuk bekerja secara duduk selama delapan jam lebih. Bisa-bisa, engkel kaki akan membengkak.

"Faktor usia juga memengaruhi. Semakin tua usianya, maka akan semakin mudah merasakan pegal-pegal. Padahal duduk belum ada dua jam," tambahnya.

dr Endang Erwinanti, Sp.KFR (dokter spesialis rehab medik di rs hermina banyumanik semarang)
dr Endang Erwinanti, Sp.KFR (dokter spesialis rehab medik di rs hermina banyumanik semarang) (faisal affan)

Dampak negatif yang lebih parah, orang yang terlalu lama duduk akan mengalami syaraf terjepit dan lebih cepat menua.

Halaman
12
Penulis: faisal affan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help