Balapan Motor MXGP Bikin Okupansi Hotel di Semarang Melonjak

Perhelantan balapan motor MXGP di Semarang akhir pekan lalu jadi berkah bagi dunia perhotelan di Kota Lunpia.

Balapan Motor MXGP Bikin Okupansi Hotel di Semarang Melonjak
tribunjateng/dok
Balapan motor di ajang MXGP 2018 di Sirkuit Mijen Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perhelantan MXGP di Semarang akhir pekan lalu jadi berkah bagi dunia perhotelan di Kota Lunpia.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Benk Mintosih mengatakan, tingkat okupansi hotel di Semarang akhir pekan lalu mencapai 95 persen. Sedangkan hingga pekan kedua Juni lalu, berdasarkan catatannya, okunpasi hotel rata-rata di angka 70 persen.

Tingginya okupansi akhir pekan lalu, selain karena MXGP beroperasinya bandar baru juga berdampak pada tingkat keterisian kamar hotel di Semarang. Pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Penggiat Pariwisata Jawa Tengah itu menambahkan, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel juga cukup baik. Saat ini, kata dia, angka RLM tamu hotel di Semarang berada di atas angka 1,8.

"Itu juga karena obyek wisata di Kota Semarang yang mulai bertambah," kata dia, Selasa (10/7) kemarin.

Di sisi lain, Benk menyarankan agar pemerintah melibatkan hotel dalam hal promosi wisata. Dengan demikian, ada sinergi yang saling menguntungkan.

"Prinsipnya jika ramai, hotel juga demikian. Libatkan kami dalam promosi wisata. Dan tak kalah penting adalah jaga keamanan agar wisatawan merasa nyaman di Semarang," sambungnya.

Sementara Kepala Badan Pusat Statitik (BPS) Jateng, Margo Yuwono mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, okupansi hotel di Jateng sempat menurun pada Mei lalu. Menurutnya, okupansi Mei lalu hanya di kisaran 41,81 persen. "Turun 5,09 poin dibanding bulan sebelumnya yang mencapaoi 46,90 persen," kata dia.

Dijelaskannya, tingkat okupansi paling tinggi pada Mei lalu dialami hotel bintang tiga yang mencatatkan keterisian kamar hingga 49,42 persen. Sedangkan okupansi paling rendah dialami hotel bintang satu, yakni 28,12 persen.

Namun, lanjut Margo, tidak demikian halnya dengan RLM hotel di Jateng. Pada Mei lalu, RLM di Jateng mengalami peningkatan sebesar 0,02 poon jadi 1,36 malam. (tribunjateng/cetak/lyz)

Penulis: muh radlis
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help