Banyak Produk Unggulan Jateng Belum Sesuai SNI

Masih banyak produk unggulan di Jateng yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI), kata Priyo Anggoro

Banyak Produk Unggulan Jateng Belum Sesuai SNI
tribunjateng/dok
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masih banyak produk unggulan di Jateng yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng, Priyo Anggoro mengungkapkan, produk unggulan yang belum ber-SNI misalnya adalah gula semut di Banyumas, kopi di Banjarnegara dan Temanggung serta beberapa produk batik serta bahan baku jamu.

"Produk berSNI harus digalakkan. Ini menyangkut kepercayaan masyarakat dalam memilih produk," kata Priyo, Selasa, (10/7).

Terlebih, kata Priyo, saat ini penjualan produk sudah merambah ke sistem online. Dengan demikian, produsen harus benar benar meningkatkan kualitas agar lebih dipercaya masyarakat. Priyo menambahkan, Pemprov Jateng terus berupaya memfasilitasi dan menyediakan anggaran untuk berbagai kegiatan pelatihan agar produk asli Jateng bisa memiliki standar sesuai SNI.

Sementara Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya menyebut produk yang telah memiliki SNI akan menciptakan kenyamanan pada produsen dan konsumen.

Menurutnya, produk yang ber-SNI jelas telah teruji mutu dan kualitasnya. Hal itu dikarenakan dalam mengeluarkan izin SNI, tim ahli BSN akan mengecek standar terkait sejauh mana produk tersebut aman digunakan masyarakat.

"Kami dan para tenaga ahli cek sejauh mana standar satu produk. Jika sudah akan terbit izin SNI dan keamanan konsumen terjamin," terang Bambang.

Produk ber-SNI juga akan meningkatkan daya saing sehingga membawa nilai yang lebih baik. Menurut Bambang, saat ini total 600 perusahaan yang tersebar di Indonesia memiliki izin SNI dengan 9.700 lebih produk.

Bahkan, Bambang melanjutnya, banyak produk UKM yang telah go internasional karena kualitasnya terjamin.

"Banyak sekali UKM Indonesia yang akses pasarnya sudah internasional," jelasnya. (tribunjateng/cetak/lyz)

Penulis: muh radlis
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help