Dinas Perdagangan Kota Semarang Mulai Bongkar PKL Barito di Tiga Kelurahan

Dinas Perdagangan Kota Semarang Mulai Bongkar PKL Barito di Tiga Kelurahan di Semarang Timur, Rabu (11/7/2018)

Dinas Perdagangan Kota Semarang Mulai Bongkar PKL Barito di Tiga Kelurahan
tribunjateng/m zainal arifin
Dinas Perdagangan Kota Semarang mulai merelokasi para PKL Barito di bantaran Sungai Kanal Banjir Timur (KBT), Rabu (11/7). Sasarannya kali ini yaitu PKL yang berada di Kelurahan Mlatiharjo dan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang mulai merelokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito yang masih berada di bantaran Sungai Kanal Banjir Timur (KBT), Rabu (11/7). Sasarannya kali ini yaitu PKL yang berada di Kelurahan Mlatiharjo dan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur.

Menggunakan alat berat backhoe, Dinas Perdagangan membongkar bangunan kios PKL yang ada di dua kelurahan itu. Semua kios yang dibongkar sudah dalam kondisi kosong ditinggalkan PKL yang sudah pindah ke tempat relokasi.

Seorang PKL di Kelurahan Mlatiharjo, Sugiyono mengatakan, dirinya terpaksa mengikuti program relokasi ke Pasar Barito Baru di Penggaron. Pasalnya, bangunan kiosnya sudah dirobohkan dan tidak bisa dipakai berjualan lagi.

"Untuk sementara saya pindahkan barang-barang dagangan ke rumah. Soalnya kios di Barito Baru belum dibangun," kata Sugiyono sembari menyaksikan backhoe merobohkan kiosnya.

Ia mengaku sudah melihat tempat relokasi yang akan ditempati. Menurutnya, kondisi Pasar Barito Baru tidak layak. Alasannya, selain kondisi kios yang sempit juga akses ke lokasi pasar yang dinilai sulit dijangkau.

"Ya terpaksa ikut pindah ke sana. Karena untuk sewa kios di tempat lain harganya juga mahal. Lagian teman-teman pedagang lain juga buka kios di sana (Pasar Barito baru)," ujarnya.

Dalam pembongkaran tersebut, tidak ada perlawanan dari PKL. Pembongkaran berjalan lancar dengan dibantu pihak kepolisian dan TNI.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pembongkaran kali ini tidak dilakukan keseluruhan bangunan PKL di Mlatiharjo dan Bugangan. Akan tetapi hanya menandai dimulainya relokasi PKL di dua Kelurahan itu.

"Makanya untuk hari ini kami hanya membongkar 5 bangunan PKL di Bugangan dan 7 bangunan PKL di Mlatiharjo. Tidak semuanya. Mereka kami beri kesempatan untuk membongkar sendiri dulu," kata Fajar.

Fajar memberikan waktu kepada para PKL membongkar sendiri bangunannya sampai 21 Juli mendatang. Kemudian, Dinas Perdagangan akan membongkar seluruh bangunan kios dan hunian di Kelurahan Mlatiharjo dan Bugangan pada 23 Juli.

"Targetnya dua kelurahan itu sudah pindah maksimal 21 Juli. Jika belum, kami akan bantu bongkar dan ratakan bangunan pada 23 Juli," jelasnya.

Fajar mengungkapkan, jumlah PKL dan penghuni hunian liar di bantaran Sungai KBT hingga kini berubah. Dari data terakhir diketahui ada sekitar 425 bangunan PKL dan hunian yang masih berdiri. Jumlah tersebut berada di Kelurahan Bugangan sekitar 100 PKL, Kelurahan Mlatiharjo ada 200 PKL dan 125 hunian liar.

Sementara untuk PKL di Kelurahan Karangtempel, Fajar menambahkan, baru akan dikumpulkan untuk sosialisasi lebih lanjut. Di Kelurahan tersebut, ada sekitar 530 PKL.

"Yang Karangtempel Karangtempel sementara baru akan kami kumpulkan. Targetnya akhir Agustus. Saya pastikan semua bersih akhir Agustus," tegasnya.

Untuk saat ini, PKL Barito di Karangtempel masih dibiarkan sembari menunggu pembangunan shelter kios PKL di Pasar Barito Baru. Saat ini pembangunan shelter kios masih berjalan dan akan berakhir Oktober mendatang. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help