Dugaan Plagiarisme Unnes, Prof Mungin : Anif Rida Sudah Tandatangani Pernyataan Pada 9 April 2018

Unnes melalui Tim Investigasi Dugaan Plagiasi membeberkan hasil-hasil temuan terhadap kasus dugaan plagiarisme Prof Dr Fatur Rokhman

Dugaan Plagiarisme Unnes, Prof Mungin : Anif Rida Sudah Tandatangani Pernyataan Pada 9 April 2018
IST
Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Unnes melalui Tim Investigasi Dugaan Plagiasi membeberkan hasil-hasil temuan terhadap kasus dugaan plagiarisme Prof Dr Fatur Rokhman yang diklaim pula telah dilaksanakan secara objektif.

“Terdapat dua artikel karya Anif Rida (2003) dan Fathur Rokhman (2004). Yang satu berjudul Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasi bagi Rekayasa Bahasa Indonesia; Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas,” ucap Prof Mungin kepada Tribunjateng.com, Selasa (10/7/2018).

Lalu, lanjutnya, yang satunya berjudul Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri; Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas. Apabila keduanya disandingkan, memang tampak banyak kesamaan. Bahkan dapat dikatakannya hampir 80 persen sama persis.

“Sehingga pula ada kesan apabila Fathur Rokhman menjiplak Anif Rida. Tetapi setelah kami telusuri, ditemukan 1 dokumen penting. Itu adalah hasil penelitian Fathur Rokhman pada 2002 lalu dimana di sana pula terdapat tabel serta paragraf yang sama seperti karya Anif Rida (2002) maupun Fathur Rokhman (2004),” jelasnya.

Sehingga tim pun mencoba menyimpulkan, apabila 2 artikel tersebut bersumber pada 1 karya penelitian yang sama. Artikel yang ditulis oleh Fathur Rokhman pada 2004 mengambil kalimat serta tabel dari penelitiannya sendiri pada 2002.

“Dalam hal itu, ternyata Anif Rida merupakan mahasiswi bimbingan Fathur Rokhman ketika itu. Dari situ pula, ternyata yang bersangkutan tidak merasa pernah presentasi apalagi menghadiri Konferensi Linguistik Tahunan Atmajaya (Kolika) I pada 2003 silam,” jelasnya.

Dia menegaskan, apa yang disampaikan oleh Anif Rida itu sesuai surat permohonan pencabutan artikel pada Kolika I yang telah dikirimkan kepada Kepala Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Pengelola Kolika di Jakarta, yang ditembuskan pula kepada Unnes.

“Surat tersebut ditandatangani sendiri oleh Anif Rida pada 9 April 2018 lalu dan bermaterai resmi. Dimana secara umum, artikel itu meminta untuk diturunkan dan dibatalkan dari Kolika I. Lalu mengapa bisa terbit, kami tidak tahu,” tuturnya.

Itu mengapa kemudian, tambahnya, secara tegas pula atas investigasi yang dilakukan tim dapat menyatakan apabila Fathur Rokhman tidak melakukan plagiasi.

Dan seluruh hasil tersebut pun sudah dilaporkan secara langsung kepada pihak-pihak di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

“Bahkan, sudah dilakukan klarifikasi oleh Menristekdikti RI Prof Dr Mohamad Nasir disaksikan Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti RI di Kantor Kemenristekdikti Jakarta pada Jumat (6/7/2018) siang,” jelas Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes itu.(*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help