Heboh Surat Miskin di Kota, Biaya Siswa Sekolah Ini dengan Hasil Panen Bumi Seadanya

Maraknya peredaran Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) palsu saat pendaftaran siswa di sekolah negeri menuai polemik.

Heboh Surat Miskin di Kota, Biaya Siswa Sekolah Ini dengan Hasil Panen Bumi Seadanya
khoirul muzaki
Hasil bumi untuk daftar ulang siswa baru di MTs Pakis Gununglurah Cilongok Banyumas orang tua dan siswa kompak menyiapkan lahan yang menjadi kelas pembelajaran mereka sehari-hari. 

Ada pula anak yang baru lulus sekolah dasar (SD), namun dipastikan tidak akan melanjutkan pendidikan karena belenggu kemiskinan.

"Kami langsung menyisir rumah anak-anak tidak mampu di desa, kami dekati orang tuanya agar anaknya disekolahkan,"kata Kepala MTs Pakis Isrodin, Rabu (11/7)

Sang guru membujuk para orang tua miskin agar anak-anaknya diizinkan meneruskan pendidikan. Orang tua mana yang tak ingin anaknya bisa sekolah tinggi, jika pendidikan adalah jembatan untuk mengubah nasib.

Tetapi pendidikan umumnya membutuhkan biaya. Syarat itulah yang menjadi titik kelemahan mereka.

Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bisa saja gratis. Tetapi transportasi harian dari rumah ke sekolah pasti berbayar. Pun tidak ada mobil angkutan dari desa terpencil ini ke SMP di kecamatan.

Kedatangan guru ini tak lain untuk menjawab kecemasan itu. Di MTs Pakis, orang tua tidak perlu pusing memikirkan biaya pendidikan yang sepenuhnya dibebaskan.

Orang tua juga tak perlu risau soal operasional harian atau transportasi untuk anaknya. Dengan misi mengangkat pendidikan si miskin, sekolah ini sengaja dibangun di dukuh terpencil. Tujuannya tak lain, mendekatkan akses pendidikan untuk siswa miskin yang rata-rata tinggal di daerah terpencil.

"Alasan mereka tidak melanjutkan sekolah karena ekonomi. Saat kami yakinkan, mereka antusias,"katanya

Melalui penyadaran itu, para tenaga relawan pun berhasil membujuk para orang tua untuk mengubah pendiriannya. Mereka bersemangat mendaftarkan anaknya ke MTs Pakis.

Menariknya, bukan uang yang jadi prasyarat untuk bisa memasuki sekolah ini. Tetapi daftar ulang wajib dilakukan. Bukan dengan lembaran uang, melainkan hasil bumi dari hasil keringat orang tua siswa yang seluruhnya petani.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved