Musibah Kebakaran

Hutan Pinus di Banyumas Terbakar

Komandan TRC BPBD Banyumas Kusworo mengatakan, area terdampak kebakaran hutan pinus petak 34 F ini seluas lebih kurang 10 X 20 meter.

Hutan Pinus di Banyumas Terbakar
Tribun Jateng/Like Adelia
ilustrasi hutan pinus 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Peristiwa kebakaran kembali melanda area hutan pinus di Banyumas, Selasa malam (10/7). Lokasi kejadian berada di di lokasi tebangan petak 34F Grumbul Maragati Desa Sawangan Wetan Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas.

Komandan TRC BPBD Banyumas Kusworo mengatakan, area terdampak kebakaran hutan pinus petak 34 F ini seluas lebih kurang 10 X 20 meter.

Titik api menyebar diduga karena kelalaian penggarap. Saat membakar sisa tebangan, penggarap kemudian pulang meninggalkan lokasi. Padahal saat ditinggalkan, kobaran api di tempat itu belum sepenuhnya padam.

Sejumlah petugas BPBD Banyumas dan unsur lain yang terlibat mendatangi lokasi kejadian sesaat kemudian. Mereka berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Hingga api berhasil dipadamkan dan pukul 22.25 wib.

"Tidak ada korban jiwa. Yang kena sisa tebangan kayu," katanya, Rabu (11/7)

Sebelumnya kebakaran juga pernah melanda wilayah hutan sama, milik Perhutani milik Perhutani di bekas tebangan kayu petak 35 F, Minggu (1/6).

Kebakaran kala itu diduga dipicu oleh percikan api dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di tempat itu.

Petugas BPBD kala itu berupaya memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ketiadaan sumber mata air di sekitar lokasi kejadian menghambat proses pemadaman.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas Suyanto mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran, semisal membuang puntung rokok sembarangan di hutan atau rerumputan kering.

Pasalnya, di musim kemarau, banyak tanaman atau kayu mengering sehingga mudah terbakar jika terkena percikan api.

"Jangan sembarangan buang puntung rokok. Jangan bakar-bakar yang berpotensi merembet ke hutan," katanya (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help