Pattiro Semarang Desak Disdikbud Jateng Kelola Seleksi Kedua PPDB Secara Transparan

sampai 5 Juli 2018 terdapat 25.720 calon siswa SMA masuk menggunakan SKTM, dan untuk SMK terdapat 39.425 calon siswa menggunakan SKTM.

Pattiro Semarang Desak Disdikbud Jateng Kelola Seleksi Kedua PPDB Secara Transparan
net
Balai Pengembangan Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jawa Tengah belum mengumumkan hasil resmi seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Usai pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB), permasalahan yang muncul yaitu penggunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Berdasarkan data Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Semarang sampai 5 Juli 2018 terdapat 25.720 calon siswa SMA masuk menggunakan SKTM, dan untuk SMK terdapat 39.425 calon siswa menggunakan SKTM.

"Banyaknya pengguna SKTM tersebut ternyata ada indikasi tidak seluruh calon siswa miskin yang menggunakan, akan tetapi ada calon siswa yang berasal dari keluarga mampu tapi menggunakan SKTM, dan supaya bisa di terima sekolah untuk pilihan zona 1," kata Ketua Posko Layanan Pengaduan PPDB Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah 2018/2019, M Syofii, Rabu (11/7/2018).

Setelah terccoretnya puluhan ribu SKTM palsu tersebut, Syofii menuturkan, selanjutnya akan ada kekosongan sejumlah kursi di beberapa sekolah SMA/ SMK. Lalu, bagaimana mekanisme proses mengisinya?

Jika menilik Pergub nomor 64/2018 maupun keputusan Kadisdik Jateng tidak ada yang mengatur makanisme seleksi tersebut. Kekosongan ribuan kursi ini membutuhkan kebijakan untuk mengaturnya.

"Jika tidak diatur maka akan terjadi peluang KKN dalam proses seleksinya," jelasnya.

Karenanya, Pattiro Semarang mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah untuk mengelola tahapan seleksi kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan transparan. Tujuannya agar terhindar praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) sehingga siswa yang terpilih benar-benar berprestasi.

"Mempublikasikan secara luas kuota kursi kosong yang ditinggalkan siswa yang gagal masuk sekolah karena SKTM Palsu sehingga masyarakat bisa berkompetisi secara sehat," desaknya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help