Penumpang Bus Trans Semarang Koridor 1 Bingung Shelter Dibongkar

Para penumpang Bus Rapit Transit (BRT) koridor 1 di Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan, kebingungan saat akan menggunakan bus Trans Semarang,

Penumpang Bus Trans Semarang Koridor 1 Bingung Shelter Dibongkar
m zaenal arifin
Pengendara motor melintasi bekas shelter BRT Trans Semarang di Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan, yang dibongkar. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para penumpang Bus Rapit Transit (BRT) koridor 1 di Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan, kebingungan saat akan menggunakan bus Trans Semarang, Rabu (11/7/2018). Pasalnya, shelter yang digunakan untuk naik bus telah dibongkar.

Di antaranya Mulyawan, yang menunggu bus Trans Semarang di shelter 003, tepatnya di depan Kampus Stikom, Pedurungan. Ia biasanya menggunakan shelter di depan kampusnya untuk naik transportasi masal saat pulang dan pergi ke tempat kerjanya.

"Shelternya tinggal bekasnya saja. Saya bingung apakah masih digunakan atau tidak. Kalau tidak digunakan, saya naik BRT lewat mana," katanya.

Mulyawan menyesalkan tidak ada informasi yang diberikan kepada calon penumpang. Pasalnya, di area bekas shelter pun tidak ada rambu-rambu pemberhentian BRT. Atas kondisi itu, ia terpaksa harus berjalan kaki lebih jauh menuju shelter lainnya.

"Terpaksa pindah shelter untuk naik BRT. Padahal jaraknya jauh sekali sampai beberapa kilometer," kesalnya.

Direktur Operasional BLU Trans Semarang, Mulyadi mengatakan, pembongkaran shelter di Jalan Brigjen Sudiarto dikarenakan ada proyek pelebaran jalan. Karena itu, shelter yang dibangun tepat di pinggir jalan harus dibongkar.

"Ada tiga titik shelter yang terkena pelebaran jalan di Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan. Yaitu Pucang Gading, Manunggal Jati dan Zebra. Ketiganya harus dibongkar," katanya.

Meski demikian, ia meminta penumpang tidak perlu bingung untuk naik BRT Trans Semarang. Pihaknya akan menandai shelter yang menjadi titik pemberhentian bus dengan memasang rambu-rambu.

"Hari ini (Rabu--red) rambu sudah kami pasang," ujarnya.

Sedangkan untuk proses naik bus, lanjutnya, jika biasanya penumpang masuk dan turun menggunakan pintu samping, nantinya bisa naik menggunakan pintu bawah bagian depan yang berada di sisi kiri sopir. Hal itu sebagaimana saat akan naik bus umum.

"Setelah proyek pelebaran jalan selesai, nantinya kami akan membangun kembali shelter-shelter itu. Sehingga untuk sementara ini penumpang bisa menunggu bus di lokasi yang ada rambu BRT," paparnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved