Tiga Mahasiswa UNS Solo Teliti Beras Analog Berbahan Bonggol Pisang, Ini Dia Manfaatnya

Tiga Mahasiswa UNS Solo Teliti Beras Analog Berbahan Bonggol Pisang, Ini Dia Manfaatnya untuk diabetes

Tiga Mahasiswa UNS Solo Teliti Beras Analog Berbahan Bonggol Pisang, Ini Dia Manfaatnya
tribunjateng/akbar hari mukti
Tiga Mahasiswa UNS Solo Teliti Beras Analog Berbahan Bonggol Pisang, Ini Dia Manfaatnya untuk diabetes 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Beras analog merupakan beras tiruan yang terbuat dari bahan baku selain beras dan terigu, dengan kandungan karbohidrat mendekati beras. Namun di tangan tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini, beras analog dapat digunakan sebagai suplemen makanan penderita Diabetes Militus.

Adalah Hana Puspita, Yunita Merlin Tamara dan Muhammad Rivky Arsito dari Fakultas Pertanian UNS Solo yang meneliti beras analog tersebut sebagai suplemen makanan penderita Diabetes.
Adapun, beras analog yang diteliti ketiga mahasiswa Fakultas Pertanian UNS itu adalah beras analog berbahan baku bonggol pisang.

Mereka bertiga dibimbing oleh dosen pembimbing dari Fakultas tersebut, Esti Widowati.
Hana Puspita menjelaskan, penelitian itu didasari fakta bahwa sebagian masyarakat Indonesia sangat bergantung kepada beras sebagai makanan pokok sehari-hari. Di sisi lain, menurutnya tingkat masyarakat Indonesia mengidap Diabetes sangat tinggi, bahkan menempati ranking 4 di seluruh dunia.

"Mengkonsumsi makanan tinggi gula, garam, lemak jenuh merupakan faktor risiko utama penyakit Diabetes," ungkapnya, Rabu (11/7/2018).

Ia menilai harus ada upaya pencegahan terhadap Diabetes melalui kebutuhan makanan pokok. Salah satunya dengan diversifikasi pangan, melalui pengembangan beras analog sehingga bisa menjadi alternatif pangan penderita Diabetes.

Hana menjelaskan, pemilihan bonggol pisang sebagai bahan baku beras tiruan adalah karena bonggol pisang memiliki kalori yang lebih tinggi dari beras. Selain itu kandungan karbohidrat, lemak, dan protein bonggol pisang kering lebih rendah dibanding karbohidrat beras padi.

"Dari hasil penelitian kami selama beberapa bulan, bonggol pisang mampu mencegah berbagai macam penyakit degeneratif. Di antaranya diabetes melitus, tekanan darah tinggi, dan obesitas," ujarnya.

Atas dasar itu, ia bersama teman-temannya memutuskan untuk menggunakan bonggol pisang sebagai bahan baku beras tiruan tersebut.

Ia menilai bonggol pisang dapat didiversifikan menjadi beras analog dengan indeks glikemik rendah sebagai suplemen makanan pokok bagi penderita penyakit Diabetes Militus.
Untuk mengkreasikan beras analog itu, Hana dan kawan-kawan mengawalinya dengan pembuatan tepung bonggol pisang.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help