Yosep Parera : Pemalsuan SKTM Bisa Dihukum Pidana

“Dalam hal ini yang bisa dikenai hukuman pidana, mulai dari Ketua RT atau Ketua RW , serta lurah atau kepala daerah setempat,”

Yosep Parera : Pemalsuan SKTM Bisa Dihukum Pidana
tribunjateng/muh radlis
Yosep Parera 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Praktisi hukum, sekaligus Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Yosep Parera menilai, untuk perihal pemberi dan pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) palsu, yang digunakan untuk mendaftar sekolah itu, bisa dipidanakan atas pemalsuan surat tersebut.

Menurutnya, hal itu akan berkaitan dengan Pasal 236 KUHP, soal pemalsuan surat. Bahkan, selain itu, ia juga menyampaikan, bahwa pada Ayat 1 dalam peraturan tersebut, telah mengatur pidana, soal orang yang membuat surat palsu.

“Dalam hal ini yang bisa dikenai hukuman pidana, mulai dari Ketua RT atau Ketua RW , serta lurah atau kepala daerah setempat,” katanya, Rabu (11/7/2018).

Sementara pada Ayat 2, telah mengatur tentang orang yang menggunakan surat palsu, yang seolah-olah benar itu juga bisa dikenai pasal pidana tersebut. Seperti contoh, pada orangtua murid yang mendaftarkan anaknya ke sekolah itu, pun juga bisa dikenai hukuman pidana.

“Oleh karena itu, untuk menerapkan pasal tersebut, maka harus ada kerugian yang terjadi. Misalnya, kerugian materiil dan immateriil yang terjadi, jika tidak ada kerugian, maka tidak akan bisa diterapkan aturan pasal tersebut,” bebernya.

Bahkan, ia juga memberikan contoh, soal kerugian yang terjadi, bisa berupa menghambat kesempatan bagi siswa kurang mampu untuk bersekolah. Karena, surat tersebut memang digunakan untuk mereka orang yang benar-benar miskin, dan tidak mampu untuk bersekolah.

 “Semestinya, pihak kepolisian bisa proaktif untuk menyelidiki perkara ini, karena sudah menyangkut kepentingan publik. Bahkan ini jelas sudah menyangkut kerugian publik, dan sudah tidak lagi ranah perorangan,” tutupnya.(*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help