Bayar Rp 16.800 sudah Terlindungi Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan

Bayar Rp 16.800 sudah Terlindungi Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan

Bayar Rp 16.800 sudah Terlindungi Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan
tribunjateng/raf/ist
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Majapahit Semrang, Yosef Rizal serahkan secara simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU) yang meliputi JKK dan JKM, di halaman RRI, Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/7/2018) dini hari. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Guna meningkatkan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Majapahit Semarang menggelar nonton bareng Semifinal Piala Dunia bersama pengemudi Gojek di halaman RRI, Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/7/2018) dini hari.

Selain memberikan jaminan keselamatan bagi pengemudi Gojek itu bekerja, BPJS ‎TK juga menjalin terus kerjasama yang baik. Sehingga dilaksanakan nonton bareng saat kopi darat (Kopdar) Akbar Gojek.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Majapahit Semarang, Yosef Rizal mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara jaminan sosial memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja.

Apalagi seperti pengemudi Gojek yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja karena selalu berada di jalan raya.

"Tanpa jaminan sosial, misalnya terjadi kecelakaan kerja yang akan menanggung sendiri. Tapi dengan adanya jaminan sosial ketenagakerjaan maka risiko itu menjadi tanggungan ‎kami," jelas dia dalam keterangan persnya kepada tribunjateng.com.

Lebih lanjut, Yosef menerangkan, untuk mendapatkan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM), iurannya sangat terjangkau.

Hanya dengan membayar Rp 16.800 per bulan, pengemudi Gojek akan mendapatkan perlindungan JKK dan JKM.

"Nilai iuran segitu sangat terjangkau, kurang dari harga sebatang rokok setiap harinya. Tetapi perlindungannya hingga kematian," terang Yosef.

Sebanyak 1.200 pengemudi ojek online sudah bergabung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ditargetkan, semua pekerja termasuk pengemudi ojek online dapat terlindungi jaminan sosial.

"Potensinya, masih banyak sekali pengemudi ojek online yang belum bergabung. Harapannya semua bisa terlindungi," pungkasnya.

Pengemudi online Dedi Suwardi (40) merasa nyaman menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun terakhir ini. Meskipun tidak pernah berharap mendapatkan klaim, setidaknya merasakan nyaman.

"Ada teman saya yang baru ikut dua bulan, tetapi kecelakaan dan meninggal dunia. Tetapi tetap mendapatkan jaminan," jelasnya.

Pembayaran iurannya juga sangat terjangkau sebesar Rp 10 ribu untuk JKK dan Rp 6.800 untuk JKM, sehingga totalnya yang harus dibayarkan Rp 16.800.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan secara simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU) yang meliputi JKK dan JKM. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved