Hari Lingkungan Hidup, Wali Kota Semarang Minta Masyarakat Kendalikan Sampah Plastik

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta masyarakat agar dapat mengendalikan sampah plastik.

Hari Lingkungan Hidup, Wali Kota Semarang Minta Masyarakat Kendalikan Sampah Plastik
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan piala lomba lingkungan saat peringatan Hari Lingkungan Hidup di Hall Balai Kota Semarang, Kamis (12/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta masyarakat agar dapat mengendalikan sampah plastik.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri peringatan hari lingkungan hidup di Hall Balai Kota Semarang, Kamis (12/7/2018).

Hendi, sapaannya, mengatakan semakin tingginya jumlah sampah di Kota besar termasuk Kota Semarang membuat dirinya berpikir keras untuk menekan masalah klasik tersebut.

Meski sudah ada upaya pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos melalui kerjasama dengan PT Narpati sehingga menghasilkan gas methan yang dapat dimanfaatkan oleh 200 KK dan bahkan listrik, namun belum menyelesaikan persoalan.

Oleh karena itu, Hendi meminta masyarakat Kota Semarang dapat mengoptimalkan bank-bank sampah.

"Melalui acara ini semoga tidak hanya seremoni. Melainkan dapat ditangkap esensinya. Saya beri apresiasi kepada masyarakat yang telah peduli terhadap lingkungan khususnya melalui kegiatan-kegiatan yang dapat mengendalikan sampah plastik," katanya.

Kota Semarang memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jatibarang seluas 67 hektar. Menurutnya, apabila tidak dilakukan upaya pengendalian maka akan menimbulkan gunungan sampah di TPA tersebut.

Apalagi per hari Kota Semarang menghasilkan sampah hingga 1.000 ton.

"Untuk itu saya minta masyarakat dapat melakukan gerakan untuk menekan sampah agar tidak sampai ke TPA. Utamanya sampah plastik seperti dengan cara menggunakan bahan yang tidak sekali pakai dan dapat dipakai berulang serta 3R," tukasnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help