Launching SMA Pradita Dirgantara Boyolali, PLN Berikan Bantuan Pendidikan Rp 2,76 Miliar

Ini merupakan wujud kepedulian PLN berupa bantuan pendidikan di bidang sarana dan prasarana.

Launching SMA Pradita Dirgantara Boyolali, PLN Berikan Bantuan Pendidikan Rp 2,76 Miliar
Dok. PLN
Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali (paling kanan) menyerahkan bantuan saat launching SMA Pradita Dirgantara di Boyolali, Rabu (11/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - PT PLN Persero memberikan bantuan pendidikan kepada SMA Pradita Dirgantara Boyolali sebesar Rp 2,76 Miliar.

Sekolah ini merupakan sekolah boarding school yang berlokasi di depan Bandara Internasional Adi Soemarmo, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Di sini para siswa angkatan pertama sejumlah 150 siswa. Ke depannya diharapkan bisa mencetak dan mempersiapkan siswa untuk menjadi Perwira TNI/TNI AU/POLRI/STPDN dan Sekolah Pilot ataupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, baik negeri/swasta di Indonesia.

Pemberian bantuan (PLN Peduli) ini diberikan secara simbolis di acara launching SMA ini, Rabu (11/7/2018).
PLN mengungkapkan selamat atas dibukanya SMA Pradipta Dirgantara ini.

"PLN akan terus berkontribusi dalam bidang pendidikan demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan generasi muda yang unggul dan berkarakter kebangsaan," tutur Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali, saat pembukaan.

Ini merupakan wujud kepedulian PLN berupa bantuan pendidikan di bidang sarana dan prasarana.

"Semoga SMA ini dapat mencetak pemuda-pemudi Indonesia yang berakhlak mulia, cakap, kreatif, berkarakter dan mandiri," imbuhnya.

Pada peresmian berdirinya SMA Pradita Dirgantara Boyolali tersebut turut hadir juga Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret Ravik Karsidi, serta perwakilan dari PLN yakni Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali dan perwakilan dari BUMN lainnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam pengarahannya saat launching SMA ini menceritakan terkait asal mula berdirinya sekolah ini.

"Ada sebuah lagu yang dipopulerkan oleh adik kita Joshua Suherman yang liriknya Cita-citaku ingin jadi profesor, bikin pesawat terbang, seperti Pak Habibie. Dari lirik lagu tersebut ada satu pemikiran bagaimana kita bisa mendidik, mencetak seorang yang cerdas menjadi benteng Pancasila," tuturnya.

Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie, mengungkapkan pentingnya iman dalam pendidikan.

"Pendidikan setinggi apapun kalau tidak menghasilkan apapun maka tidak ada gunanya. Menghasilkan apapun tapi tidak disertai imtak (iman dan takwa) juga tidak ada gunanya. Jadi imtak dan iptek harus berjalan bersama," tutur Presiden RI ke-3, BJ Habibie, saat launching sekolah ini.

PLN Peduli (CSR PLN) kali ini turut berkontribusi untuk anak-anak negeri yang mengenyam pendidikan di SMA Pradita Dirgantara Boyolali. (kin)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help