Pawang Meninggal Setelah Dipatuk Ular King Kobra Miliknya, Inilah 4 Kejadian Serupa di Tanah Air

Berikut ini kisah pawang-pawang ular yang meninggal baik digigit hingga dililit oleh peliharaannya sendiri

Pawang Meninggal Setelah Dipatuk Ular King Kobra Miliknya, Inilah 4 Kejadian Serupa di Tanah Air
Tribun Lampung
Rizky dan Kobra 

Tapi karena belum merasakan pusing Irma tidak minta diobati.

Sejam kemudian, Irma merasakan mual-mual. Pedangdut itu pun tumbang.

Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong.

                                         

2. I Putu Agus Edi

Peristiwa naas dialami I Putu Agus Edi warga Banjar Pasar, desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.

Ia tewas dipatuk ular Cobra, Rabu (13/4/2016) pukul 12:00 Wita

Pada saat itu korban mengantar dua orang tamu asal Inggris dan Taiwan yang dibawa oleh Sinta dari komunitas Bali Reptil Rescuse untuk melihat sarang ular kobra di pinggir sungai kutek.

Saat melihat sarang ular kobra yang berisi telur ular tersebut, secara tiba-tiba korban di patuk ular jenis king kobra pada jari telunjuk tangan kiri,kemudian korban di bawa ke puskesmas pekutatan.

Namun lantaran kondisinya semakin kritis sehingga dilarikan ke RSU Negara untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.

Sayangnya, nyawa korban tidak bisa diselamatkan lantaran kondisi tubuhnya terus memburuk hingga menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 15.00 wita di RSU Negara.

                              
3. Budiyanto tewas dililit

Pawang ular asal Mojomulyo, Sragen Kulon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Budiyanto alias Kenyuk (40), tewas dililit ular tangkapannya.

Kasus ini terjadi di Dukuh Candirejo, Desa Jurangjero, Karangmalang, Sragen, Selasa (26/7/2016) sekitar pukul 18.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat pawang itu mencari ular di Jurangjero.

Setelah beberapa saat mencari, dia mendapatkan ular sanca kembang sepanjang sekitar lima meter.

Usai berhasil ditangkap, ular itu berhasil kabur sebanyak dua kali.

Naasnya, menurut keterangan seorang saksi, saat kali ketiga Budiyanto berusaha kembali menangkapnya, ular itu langsung melilit leher dan tubuh korban sampai meninggal.

                                         

4. Pelukis Dwi Setiawan tewas dililit ularnya.

Ular Piton
Ular Piton (Coconuts KL)

Dwi Setiawan, seorang pelukis jalanan yang biasa "mangkal" di Taman Sumenep, Jakarta Pusat tewas dililit ular sanca peliharaanya, Jumat (2/2/2018).

Dilansir dari Kompas.com, Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, peristiwa itu bermula saat Dwi sedang melukis sambil melilitkan ular berukuran empat meter ke lehernya.

Menurut saksi, hal itu memang kerap dilakukan Dwi hanya untuk bercanda.

Rekan Dwi sempat mengingatkan agar tidak melakukan hal tersebut. Namun, Dwi tak menggubris saran tersebut.

"Saksi memperingatkan korban agar tidak melilitkan ular ke lehernya. Korban kembali melilitkan ular sebanyak dua kali ke lehernya," ujar Suyatno saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, berdasarkan penuturan saksi, tidak ada hal janggal terjadi saat Dwi mengalungkan ular.

Namun, tak berselang beberapa lama, Dwi tiba-tiba terjatuh dari kursinya.

Warga sekitar kemudian menolong Dwi yang sudah tidak sadarkan diri.

Saat diperiksa, hidung Dwi berdarah dan sudah tidak bernapas.

Kemudian, warga menghubungi petugas kepolisian. Polisi yang datang langsung memeriksa Dwi dan menyatakan pria itu telah meninggal dunia.

Jenazah Dwi dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

"Ular peliharaannya melepaskan lilitan dan berjalan menjauh. Ular kemudian ditangkap warga dan dimasukkan ke dalam keranjang," ujar Suyatno.

(*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved