Pemkab Pekalongan Anggarkan Rp 100 Miliar Untuk Rubah Wajah Pasar Kedungwuni

Hurip menjelaskan pembangunan blok B memakan anggaran sebesar Rp 16 miliar dan blok C memakan anggaran Rp 10 miliar.

Pemkab Pekalongan Anggarkan Rp 100 Miliar Untuk Rubah Wajah Pasar Kedungwuni
Budi Susanto
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat membuka pembangunan Pasar Induk Kedungwuni, Kamis (12/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN  - Usai memindahkan sekitar 2000 pedagang ke pasar darurat di Kedungwuni Timur, kini Pemkab Pekalongan bersiap membangun Pasar Induk Kedungwuni. Adapun pembangunan akan dimulai di blok B dan C.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperindagkop dan UKM) Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini, menerangkan Pasar Induk Kedungwuni terdiri atas 11 blok yakni A sampai K. Dan sudah dibangun ada 2 blok.

"Tahun ini 2 blok akan dibangun lagi, sehingga masih tersisa 7 blok yang rencananya pembangunan hingga tahun 2020," ujarnya, Kamis (12/7/2018).

Hurip menjelaskan pembangunan blok B memakan anggaran sebesar Rp 16 miliar dan blok C memakan anggaran Rp 10 miliar.

"Pemenang lelang untuk blok B PT Heksindo Multi Utama dari Jakarta dengan nilai kontrak Rp 15,5 miliar lebih, sedangkan blok C PT Elsa Graha Multi Karya Jakarta, dengan total kontrak Rp 9,6 miliar lebih. Kemudian ada pendampingan dari mulai proses lelang, pelaksanaan dan pengawasannya yaitu CV Memalisaat Semarang dengan nilai kontrak sebesar Rp 318 juta," paparnya.

Adapun Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mngatakan anggaran pembangunan dua blok sebesar Rp 26 miliar yang berasal dari APBD Kabupaten Pekalongan Rp 16 miliar dan Rp 10 miliar dari Bantuan Provinsi Jawa Tengah.

“Kami rasa pembangunan Pasar Kedungwuni merupakan pembangunan terbesar kedua karena pembangunan yang sedang berjalan yaitu pembangunan tanggul rob dengan total anggaran sekitar Rp 600 miliar. Dimana dananya bersumber dari APBN. Sedangkan pembangunan Pasar Kedungwuni dari APBD Kabupaten Pekalongan dan APBD Provinsi Jawa Tengah. Insya Allah tahun ini ada dua kegiatan dan tahun berikutnya akan kami selesaikan, dengan total anggaran yang audah disusun hingga Rp 100 miliar,” Kata Asip.

Asip menambahkan proses pemindahan pedagang dengan jumlah sekitar 2000 orang dari pasar induk ke pasar darurat berjalan secara baik, aman dan lancar. Hal tersebut dianggap Asip sebagai petanda warga mendukung program Pemerintah.

“Saya punya obsesi karena Kabupaten Pekalongan merupakan sentra industry. Maka nanti pusat pemasarannya tidak usah jauh-jauh ke Tanah Abang, Cipuler, Klewer dan lain sebagainya. Cukup di Kedungwuni ini saja. Alangkah indahnya para pedagang datang kesini,” timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help