Dewi Harapkan Tiap Desa Wisata Bisa Sediakan 5 Homestay

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih bersyukur keberadaan desa wisata di wilayahnya dari tahun ke tahun semakin tumbuh

Dewi Harapkan Tiap Desa Wisata Bisa Sediakan 5 Homestay
deni setiawan
Pengunjung berfoto bersama di depan stan Desa Wisata Jetis, Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap pada Festival Desa Wisata Tahun 2018 Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo Kabupaten Semarang, Sabtu (14/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih bersyukur keberadaan desa wisata di wilayahnya dari tahun ke tahun semakin tumbuh dan berkembang.

“Dari catatan kami, ada sekitar 33 desa wisata di Kabupaten Semarang. Tetapi yang aktif baik itu rintisan maupun sudah ada cukup lama ada sekitar 25 desa wisata. Dan besar kemungkinan akan bertambah lagi,” kata Dewi kepada Tribunjateng.com, Sabtu (14/7/2018).

Ditemui di sela pembukaan Festival Desa Wisata Provinsi Jawa Tengah di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang, dia menyampaikan seiring tumbuh-kembangnya desa wisata tersebut, perlu beragam inovasi agar tidak mati suri ke depannya.

Baca: Disporapar Provinsi Jateng Siapkan Perda Khusus Desa Wisata

“Satu di antaranya yang telah kami sampaikan saat bertemu para pengelola atau pegiat desa wisata yakni diharapkan bisa menyediakan setidaknya 5 homestay di setiap desa wisata. Sehingga para wisatawan bisa menginap dan melihat banyak hal di sana,” terangnya.

Menurutnya, keberadaan homestay di desa wisata menjadi pendukung penting selain terobosan atau inovasi lain dalam mempromosikannya. Sehingga nantinya itu bisa dijadikan satu paket program desa wisata.

“Berkeliling menikmati segala potensi alam dan budaya di situ --desa wisata--, menikmati sajian kuliner di situ, serta tidurnya pun di situ. Tidak perlu mewah-mewah homestay nya. Justru konsep natural --tradisional-- cukup banyak dilirik wisatawan,” tuturnya.

Selain penyediaan homestay, lanjutnya, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang bersama pemerintah desa maupun dinas terkait juga akan coba intensifkan koordinasi. Khususnya terkait aksesbilitas. Diharapkan akses menuju desa wisata menjadi lebih baik.

“Bagaimanapun, kondisi jalur juga memengaruhi. Ketika jalan atau aksesnya sulit dijangkau, bakal semakin susah desa wisata itu berkembang. Itu pula yang selalu kami pikirkan demi terwujudnya desa wisata mandiri, yang semakin dikenal masyarakat lebih luas lagi, yang tidak kalah dengan daerah lainnya,” tandasnya.

Sebagai informasi tambahan, selama 2 hari atau pada Sabtu (14/7/2018) dan Minggu (15/7/2018), bertempat di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang digelar Festival Desa Wisata Tahun 2018 Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan itu dimulai pukul 08.00 hingga pukul 21.00.

Setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah diwakili oleh satu desa wisata terbaik di wilayahnya. Namun berdasarkan informasi Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Urip Sihabudin, dari 35 kabupaten/kota hanya ada 2 yang belum ada tanda-tanda kehadirannya. Yakni Kabupaten Jepara dan Karanganyar. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help