Kekhawatiran Orangtua Siswa Berprestasi di Banyumas Seusai Anaknya Diterima Sekolah Negeri

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Banyumas sistem zonasi bukan hanya membuat orang tua siswa berprestasi ketar-ketir

Kekhawatiran Orangtua Siswa Berprestasi di Banyumas Seusai Anaknya Diterima Sekolah Negeri
tribunjateng/wid
Suasana PPDB Online 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Banyumas sistem zonasi bukan hanya membuat orang tua siswa berprestasi ketar-ketir di awal pendaftaran. Sebab dalam sistem ini, prestasi akademik siswa tak begitu diperhitungkan.

Siswa diterima di sekolah negeri bukan lantaran prestasinya, melainkan dihitung jarak tempat tinggal dari sekolah, dalam zona enam kilometer.

Karena kalah dalam sistem zona, para orang tua siswa berprestasi memilih mengambil jalur prestasi untuk memerebutkan kuota lima persen.

Seperti pengalaman yang dikisahkan Harso, warga Wangon Banyumas yang harua berjuang memasukkan anaknya ke SMP Negeri 1 Purwokerto.

Kini sebagian rasa cemasnya hilang, anaknya berhasil diterima di sekolah dambaan melalui jalur prestasi dengan persaingan lebih ketat.

“Anak saya berprestasi di bidang ekstrakurikuler pramuka. Jadi diterima,” Harso

Tetapi diterima di sekolah dambaan ternyata belum membuatnya lega sepenuhnya.

Kegundahan lain justru muncul, apakah mutu sekolah unggulan yang selama ini dia kenal masih dapat dipertahankan.

Dia sudah terbayang, anaknya yang berprestasi bakal sekelas dengan siswa tak berprestasi yang rumahnya dekat dengan sekolah.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help