Siswa Protes SMA Masehi Pekalongan Ditutup Pihak Yayasan

Adapun protes yang dilakukan oleh siswa tersebut dikarenakan tempat mereka menuntut ilmu ditutup secara tiba-tiba oleh pihak yayasan.

Siswa Protes SMA Masehi Pekalongan Ditutup Pihak Yayasan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Beberapa murid SMA Masehi Pekalongan melakukan aksi protes terkait penutupan sekolah oleh pihak yayasan secara mendadak, Jujat (13/7/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Beberapa siswa berbondong-bondong membawa kertas bertuliskan seruan masih ingin bersekolah ke SMA Masehi Pekalongan yang gerletak di Jalan KH Mas Mansyur No 85 A Bendan Pekalongan Barat, Jumat (13/7).

Adapun protes yang dilakukan oleh siswa tersebut dikarenakan tempat mereka menuntut ilmu ditutup secara tiba-tiba oleh pihak yayasan.

Walaupun menunggu berjam-jam namun murid-murid SMA Masehi yang melakukan aksi protes itu tak juga mendapat jawaban dari pihak yayasan.

Alan Fernanda (15), satu di antara peserta aksi menuturkan, protes dilakukan oleh karena para murid ingin memperjuangkan nasibnya agar bisa bersekolah."Kami baru tahu sekolah ditutup pagi tadi (kemarin pagi, Red), padahal tiga hari lagi seharusnya waktunya masuk sekolah. Dan jika disuruh mendafar ke sekolah lain pendaftaran sudah ditutup," ujar siswa kelas X SMA tersebut.

Alan menambahkan, keinginannya menuntut ilmu harus terhenti jika sekolah ditutup secara tiba-tiba."Kami masih ingin sekolah, tapi kadaan seperti ini kami jadi bingung mau sekolah di mana. Orangtua kami juga menunggu keputusan dari yayasan," kata Alan.

Samuel, Kepala Sekolah SMA Masehi menuturkan, pihaknya menerima pemberitahuan penutupan dari pihak yayasan secara mendadak."Kami menerima pemberitahuan Kamis (12/7) siang, kami juga kebingungan bagaimana nasib para guru dan murid-murid karena keputasan penutupan sangat mendadak," jelasnya.

Samuel menambahkan, total murid di SMA Masehi ada 40 orang sedangkan jumlah pengajar 16 orang.

"Terkait nasib para guru nanti akan ada rapat bersama pihak yayasan, sedangkan murid akan diserahkan kembali ke orangtua masing-masing. Kalupun nanti disarankan pindah ke SMA Santo Bernadus namun ya kami tidak bisa apa-apa karena keputusan mutlak dari pihak yayasan, namun hingga kini kepastian terkait pemindahan belum juga diumumkan oleh yayasan," ungkapnya.

BMPS akan Koordinasikan

Menyikapi penutupan SMA Masehi, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Pekalongan akan melakukan koordinasi dengan Yayasan Masehi.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved