Yuliyanto Janjikan Selalu Ada Inovasi Baru Tiap Tahun untuk Salatiga

Wali Kota Salatiga Yuliyanto berkomitmen pada setiap OPD akan muncul inovasi-inovasi baru berkaitan pelayanan publik di tiap tahunnya.

Yuliyanto Janjikan Selalu Ada Inovasi Baru Tiap Tahun untuk Salatiga
tribunjateng/ponco wiyono
Walikota Yuliyanto yang turut hadir dalam peresmian itu menyampaikan, sistem retribusi yang terintegrasi secara elektronik sebaiknya juga mulai digunakan oleh Organisasi Pemerintah Daerah yang lain. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Wali Kota Salatiga Yuliyanto berkomitmen pada setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Salatiga akan muncul inovasi-inovasi baru berkaitan pelayanan publik di tiap tahunnya.

Menurutnya, hal tersebut seiring komitmen Pemerintah Kota Salatiga melalui Program Laboratorium Inovasi Administrasi Negara (Inagara) Kota Salatiga yang telah dimulai pada 2017 lalu.

“Pelayanan publik yang baik merupakan hak masyarakat. Sehingga kami di Pemkot Salatiga melalui seluruh OPD yang ada, harus berinovasi. Melakukan program-program yang berbeda melalui pemanfaatan teknologi informasi saat ini,” tandas Yuliyanto kepada Tribunjateng.com, Sabtu (14/7/2018).

Dari inovasi berbasis teknologi informasi itu, diyakini pula akan memberikan manfaat lebih baik itu kepada pihak pengelola maupun masyarakat sebagai publik yang dilayani pemerintah. Di saat itu dapat terpenuhi (berinovasi), diyakini akan semakin disenangi masyarakat.

“Nah, bentuk konkret dari Laboratorium Inagara Kota Salatiga itu, nantinya setiap OPD di Lingkungan Pemkot Salatiga harus bisa bersumbangsih, menggelar program-program inovatifnya di tiap tahun,” tuturnya.

Dia menyampaikan, dari inovasi yang dihasilkan dalam pemberian layanan terhadap masyarakat tersebut, untuk program kegiatannya akan didukung atau dibiayai melalui APBD Kota Salatiga.

“Dimana sebagai legal formalnya adalah melalui pemberian surat keputusan (SK) Wali Kota Salatiga berkenaan dengan inovasi yang ada di setiap OPD. Jadi tidak sekadar ide atau gagasan, tetapi juga bisa direalisasikan,” tandas Yuliyanto.

Terkait Laboratorium Inagara Kota Salatiga, terangnya, setidaknya ada lima tahapan yang harus dilaksanakan pemerintah.

Yakni proses drum-up, diagnose, design, deliver, dan display. Di Kota Hati Beriman ini, pada Juli 2018 ini sudah memasuki tahap keempat yakni deliver.

“Kelima tahap tersebut memang harus kami lakukan sesuai yang telah menjadi amanah Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Dimana itu semua akan terus kami lakukan demi terwujudnya beragam ide serta gagasan inovatif di berbagai bidang,” tandasnya.

Dia mengutarakan, total saat ini setidaknya telah terkemas 63 inovasi sebagai upaya mendukung pelayanan penyelenggaraan pemerintahan di Kota Salatiga. Puluhan inovasi itu tumbuh dari sekitar 38 OPD, termasuk juga puskesmas. (dse)

Penulis: deni setiawan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved