Piala Dunia 2018

Hari Bawa Semangat Aremania ke Final Piala Dunia di Rusia

Kami kemudian bersama-sama menemui Hari di sebuah daerah agak keluar dari pusat kota Moskow jelang malam.

Hari Bawa Semangat Aremania ke Final Piala Dunia di Rusia
ISTIMEWA
Perancis Belgia 

TRIBUNJATENG.COM - Saya mendapat kabar soal Hari Pandiono, seorang Aremania, yang menonton Piala Dunia 2018 secara langsung di Rusia dari Herka Yanis, seorang fotografer tabloid Bola, Kamis (12/7) sore. Kami kemudian memutuskan bersama-sama menemui Hari di sebuah daerah agak keluar dari pusat kota Moskow saat menjelang malam.

Herka berkenalan dengan Hari beberapa hari lalu di kereta dalam perjalanan dari Samara ke Moskow. Saya baru berkenalan dengan Hari, namun kami langsung terasa akrab. Hari orang yang sangat ramah, bahkan kepada saya yang baru dia kenal.

Kami membeli beberapa makanan dan minuman ringan untuk perbekalan kami mengobrol. Kami mengobrol di pinggir jalan, tepat di depan tempat menginap Hari. Di depan tempat menginap Hari terpampang dua bendera. Satu bendera bertuliskan One Soul One Nation Indonesia dan satu bendera lagi bertuliskan Arema Singo Edan.

Saat bertemu kami, Hari mengenakan syal berwarna biru bertuliskan Aremania. Hari Pandiono adalah seorang Aremania, pendukung Arema FC. Pria kelahiran Malang itu sejauh ini telah menonton pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2018 antara tim nasional Inggris dan Swedia. Dia juga menonton pertandingan babak semi final antara Inggris melawan Kroasia dan perebutan tempat ketiga antara Inggris dan Belgia di Saint Petersburg. Hari rencananya juga akan menonton pertandingan babak final antara Prancis dan Kroasia di Moskow, Minggu (15/7).

"Saya beli tiket second market, tapi saya sudah langganan hampir 16 tahun. Saya selalu beli tiket pertandingan-pertandingan klub Eropa di tempat mereka. Meski harganya bisa lebih mahal dua-tiga kali lipat, namun dipastikan dapat," ujar pria yang berdomisili di Jakarta itu.

Hari mengeluarkan uang hingga 2.000 dollar Amerika Serikat, setara Rp 28,7 juta, untuk membeli tiket babak final. Harganya lebih dari dua kali lipat dari harga 950 dollar AS yang dipasang FIFA.

Untuk membeli tiket-tiket pertandingan Piala Dunia 2018, Hari menabung sebanyak 200-300 dollar AS per bulan. Pria yang bekerja di sebuah perusahaan tambang yang beroperasi di Republik Demokratik Kongo itu menaruh uang tabungannya di bursa saham. "Saya sisihkan gaji saya ke saham. Saya punya fund manager di beberapa bank. Uang untuk beli tiket-tiket pertandingan ya dari situ," tutur Hari.

Itu hanya sebagian dari cara Hari menabung untuk menonton Piala Dunia 2018. Dia memanfaatkan jatah tiket penerbangan pulang dari perusahaan tempat dia bekerja. Menurut Hari dia mendapat jatah tiket penerbangan sebanyak 3.000 dollar AS, setara Rp 43,1 juta, karena dia ditempatkan di kelas bisnis. "Saya beli yang kelas ekonomi, sisanya ditabung," ujar Hari.

Pria berusia 55 tahun ini terinspirasi oleh masa kecilnya. Keluarga Hari dulu hidup dalam keterbatasan ekonomi. Bapak dan ibunya sering bertengkar soal urusan keuangan. Suatu ketika ayahnya menggunakan uang yang digunakan untuk membeli beras untuk membeli tiket pertandingan uji coba Persema Malang melawan sebuah klub Australia.

"Orangtua kami bertengkar, ibu saya sampai menangis, saya masih ingat itu. Di situlah saya punya nazar kalau nanti saya jadi orang sukses, saya akan bawa semangat sepak bola untuk menjadikan hidup saya dan keluarga saya lebih baik," tutur Hari.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved