Dinas Perdagangan Kota Semarang Segera Tata Penempatan PKL Taman KB

Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di area Taman Menteri Supeno atau Taman KB akan segera ditata.

Dinas Perdagangan Kota Semarang Segera Tata Penempatan PKL Taman KB
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Pekerja sedang melakukan pembongkaran lapak Taman KB di Jalan Mentri Supeno, Mugassari, Semarang, Selasa (6/2/2018). Dinas Perdagangan Kota Semarang sudah menyiapkan relokasi pedagang kaki lima (PKL) Taman KB untuk menempati trotoar sepanjang Jalan Pandanaran II. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di area Taman Menteri Supeno atau Taman KB akan segera ditata.

Hal itu menyusul selesainya pembangunan Taman Indonesia Kaya oleh Djarum Foundation pada Agustus mendatang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, bersamaan dengan selesainya pembangunan Taman Indonesia Kaya, para PKL juga akan mulai ditata penempatannya.

Hanya saja, Dinas Perdagangan masih mengupayakan pembuatan shelter di Jalan Pandanaran II dengan dari corporate social responsibility (CSR) Djarum Foundation dan pihak lain seperti perbankan.

"Pembuatan shelter maaih kami upayakan dari dana CSR. Jika tidak dapat, nantinya pembangunan selter akan kami anggarkan pada APBD Perubahan 2018," kata Fajar, Senin (16/7/2018).

Ia mengungkapkan, saat ini area Taman KB sudah steril dari aktivitas para PKL. Meski demikian, para PKL masih diperbolehkan berdagang di sekitar taman dengan menggunakan tenda yang dibongkar pasang kembali.

"Beberapa waktu lalu, kami mendapat bantuan tenda dari Kementerian Perdagangan. Lha tenda itu yang sekarang telah digunakan PKL untuk berjualan. Nantinya mereka akan kami pindahkan jadi satu semua di jalan Pandanaran II," ucapnya.

Kawasan Taman KB selama ini dikenal dengan kuliner tahu gimbal dan jagung bakar. Dari catatan Dinas Perdagangan, jumlah PKL tahu gimbal ada 46 orang. Sedangkan PKL jagung bakar berjumlah 28 orang.

Dalam penataan yangbakan dilakukan, Dinas Perdagangan akan memvalidasi ulang seluruh PKL yang masih aktif berjualan. Hal itu dilakukan untuk memudahkan dalam penempatan PKL nantinya.

"Rencana lokasi selter nantinya di sepanjang Jalan Pandanaran II hingga area sekitar taman. Para pedagang secepatnya akan kami tata agar tidak semrawut," paparnya.

Senada disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Ia mengatakan, penataan PKL menjadi PR bersama yang harus diselesaikan. Para PKL di sekitar Taman KB diminta untuk tidak khawatir tidak mendapatkan tempat untuk berjualan lagi.

"Untuk selanjutnya, pedagang akan kami tata dengan baik. Untuk mewadahi masyarakat yang hendak berkunjung dan bermain di sekitar taman, maka parkir juga akan ditata. Apalagi kawasan sekitar merupakan jalan satu arah, jadi ruas jalan sedikit lebih lebar,'' kata Hendi, sapaannya.

Melihat sistem lalu lintas di area tersebut yang sudah menjadi satu arah, lanjutnya, dirasa akan lebih mudah. Sehingga penataan tersebut diharapkan agar parkir kendaraan para pengunjug tidak menghambat arus lalu lintas.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved