Piala Dunia 2018

Serunya saat para Tunanetra Mendengarkan Bareng Final Piala Dunia 2018

Seolah mereka tahu persis apa yang terjadi bagaimana kiper Tottenham tersebut melakukan kesalahan.

Serunya saat para Tunanetra Mendengarkan Bareng Final Piala Dunia 2018
Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Para penyandang tunanetra mendekati pengeras suara saat menghadiri acara mendengarkan bareng laga final Piala Dunia 2018, di RRI Semarang, Minggu (15/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gelaran Piala Dunia baru saja selesai, namun ada pesan yang ingin disampaikan para penggemar bola yang tidak mampu melihat.

Dalam final Piala Dunia 2018 antara Perancis melawan Kroasia beberapa waktu lalu, Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Semarang menggelar kegiatan mendengar bareng laga tersebut.

Bertempat di kantor RRI Jalan Ahmad Yani, Semarang para tunanetra berkumpul bersama di samping venue nobar. Jika orang-orang pada umumnya menghadap layar besar, mereka justru mendekati pengeras suara komentator dari RRI.

"Kipere g*bl*k!" teriak seorang tunanetra setelah gol Mandzukic yang memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Perancis, Hugo Lloris.

Seolah mereka tahu persis apa yang terjadi bagaimana kiper Tottenham tersebut melakukan kesalahan.

Ketua Pertuni Semarang, Ahyani menyebutkan ada sekitar 30 tunanetra yang ikut dalam kegiatan mendengarkan bareng tersebut.

"Jelas kami merasa senang ada siaran radio dengan komentator bahasa Indonesia, karena memang tidak semua paham bahasa Inggris sehingga kami juga bisa menikmati gegap-gempita Piala Dunia," terangnya.

Ia menyebut kini semakin jarang laga-laga olahraga dengan level internasional yang disiarkan radio. Ia mencontohkan misalnya Liga Champions, Moto GP, hanya disiarkan televisi dengan komentator native.

"Padahal kami juga ingin menikmati pertandingan-pertandingan olahraga. Karena kebanyakan kalau berkumpul juga membicarakan pertandingan olahraga," terang Ahyani lebih lanjut.

Sebagai seorang tunanetra ia berpesan kepada pemilik media untuk memperhatikan kaumnya. Karena terkadang siaran yang diberikan tidak memfasilitasi orang yang berkebutuhan khusus.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan, kegiatan nonton bareng dan mendengarkan bareng tersebut digelar dalam rangka meramaikan HUT Bhayangkara.

"Kami bekerjasama dengan RRI yang kemudian memfasilitasi kaum tunanetra dengan siaran komentator berbahasa Indonesia, harapannya tentu agar partai final ini bisa dinikmati segala golongan," terang Condro.

Dalam kegiatan tersebut ia juga ingin memberikan edukasi kepada suporter bola untuk sebisa mungkin meminimalisasi adanya bentrokan.

"Bola itu hiburan yang dinikmati semua orang namanya hiburan tentu harusnya membuat orang senang bukan membuat perselsihan," pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved