SMA Negeri 3 Semarang Isi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan Melukis Wayang

Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Semarang menerapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru

SMA Negeri 3 Semarang Isi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan Melukis Wayang
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
SMA Negeri 3 Semarang Isi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan Melukis Tokoh Wayang

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Semarang menerapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru tahun ajaran 2018/2019. Beberapa sekolah di antaranya mengisi MPLS dengan kegiatan unik.

Di antaranya SMA Negeri 3 Kota Semarang yang mengisi kegiatan melukis tokoh pewayangan di Aula sekolah, Selasa (17/7/2018). Selain melukis, pihak sekolah mengenalkan wayang yang terbuat dari bahan barang-barang bekas.

Hal itu membuat suasana MPLS yang digelar terasa menyenangkan dan meriah. Seluruh peserta didik baru berusaha membuat kreasi gambar tokoh wayang dengan sebaik mungkin.

Seorang peserta didik baru, Amir Akram mengatakan, dirinya merasa senang mengikuti MPLS di sekolah barunya itu. Dengan menggunakan peralatan sederhana dan seadanya, ia ikut mewarnai gambar wayang bersama teman-temanya.

"Senang ikut pelaksanaan MPLS di sekolah. Ini di luar dugaan, saya pikir selama MPLS dikasih tugas yang berat. Ini malah diajak membuat karya seni," katanya.

Selain membuat karya seni lukisan wayang, lanjutnya, tugas lain yang diberikan juga ringan. Oleh karenanya, ia bersama teman-temannya menyambut antusias setiap hari selama masa pengenalan tersebut.

"Bahkan masa pengenalan di sini juga jauh dari kesan perpeloncoan," ujarnya.

Pelaksanaan MPLS saat ini jauh dari kesan perpeloncoan, kekerasan maupun intimindasi. Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 3 Semarang, Pujiono menjelaskan, pembuatan wayang bagi peserta didik baru ini sebagai bentuk mengasah kreatifitas dan mengenalkan beberapa tokoh pewayangan sebagai kebudayaan asli Jawa.

"Ini untuk mengasah kreativitas anak-anak. Sekaligus nguri-nguri budaya Jawa," katanya.

Selain diisi dengan kegiatan kreatifitas siswa, MPLS SMA Negeri 3 juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya. Fi antaranya sosialisasi tertib berlalulintas dari pihak kepolisian, tertib hukum dengan menggandeng pihak terkait dan lain sebagainya.

Sementara di SMA Negeri 6 Semarang, pelaksanaan MPLS juga diisi dengan beberapa kegiatan berupa seminar dan penyuluhan dari Kepolisian, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), dan tokoh-tokoh inspiratif.

Kepala Sekolah SMA N 6 Semarang, Lukita Yuniati, pemberian seminar ini untuk memberikan motivasi dan inspirasi tentang menjadi generasi emas yang dapat membanggakan.

"Sedini mungkin anak-anak kami arahkan untuk melakukan hal yang positif. Sehingga kami pandang, penyuluhan dari Kepolisian dan BNN ini dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik baru khususnya agar tidak melakukan kenakalan remaja," paparnya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved