Home »

Solo

Curanmor

Butuh untuk Bayar Angsuran, Tri Tergoda Kunci masih Nempel di Motor

Butuh untuk Bayar Angsuran, Tri Tergoda Kunci masih Nempel di Motor di parkiran sebuah rumah makan

Butuh untuk Bayar Angsuran, Tri Tergoda Kunci masih Nempel di Motor
tribunjateng/akbar hari mukti
Tri Saputro (30) harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya pria asal Mojolaban, Sukoharjo ini mencuri sepeda motor yang diparkir di parkiran sebuah rumah makan di Kota Solo, Selasa (17/7/2018) kemarin. 

Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Tri Saputro (30) harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya pria asal Mojolaban, Sukoharjo ini mencuri sepeda motor yang diparkir di parkiran sebuah rumah makan di Kota Solo, Selasa (17/7/2018) kemarin.

Dalam gelar perkara di Mapolresta Solo, Rabu (18/7/2018), Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Fadli menjelaskan awalnya Tri dan seorang temannya berinisial AY sedang melintas di parkiran depan warung makan Bu Hadi, Punggawan, Banjarsari, Solo, Selasa siang.

Mereka berdua lantas melihat sepeda motor jenis Honda Beat nopol AD 3354 AFF yang sedang terparkir di parkiran. Tetapi kunci motor masih menempel di motor tersebut.

"Ada keteledoran dari pemilik motor sehingga kunci masih tertempel. Setelah itu Tri dan temannya langsung membawa motor tersebut," paparnya.

Setelah dilakukan pengejaran, Kompol Fadli menjelaskan pelaku dapat ditangkap di rumahnya pada Selasa malam, untuk kemudian digelandang ke Polresta Solo.

Sementara satu orang teman Tri, AY, saat ini masih berstatus DPO.

"Dari tersangka kita mendapatkan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat dan satu unit ponsel pintar yang berada di bagasi motor," ungkapnya.

Dari keterangan tersangka, lanjut Kompol Fadli, Tri bukanlah seorang residivis.
"Dari keterangan sementara, dia mengaku baru sekali mencuri sepeda motor," paparnya.

Tri pun dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sementara Tri saat ditanyai mengaku bekerja sehari-hari sebagai seorang buruh bangunan. Tri mengaku terpaksa membawa motor tersebut karena faktor ekonomi.

"Buat tambah-tambah mencicil sepeda motor," kata Tri. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help