Ditahan Imbang PSIS, Asisten Pelatih Persipura : Mereka Menumpuk Sepuluh Pemain di Pertahanan

Dalam duel kedua tim di Stadion Mandala, Jayapura, Rabu (18/7) sore, kedua tim hanya berbagi poin dengan skor akhir 0-0.

Ditahan Imbang PSIS, Asisten Pelatih Persipura : Mereka Menumpuk Sepuluh Pemain di Pertahanan
Persipura vs PSIS Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hasil imbang yang diraih tuan rumah Persipura Jayapura kala menjamu PSIS Semarang, membuat tim mutiara hitam gagal menembus posisi tiga klasemen sementara Liga 1.

Dalam duel kedua tim di Stadion Mandala, Jayapura, Rabu (18/7) sore, kedua tim hanya berbagi poin dengan skor akhir 0-0.

Persipura saat ini masih tertahan di posisi tujuh klasemen Liga 1, dengan torehan 23 poin.

Asisten pelatih Persipura, Tony Ho mengatakan, sejak awal laga timnya mulai mengambil inisiatif menyerang. Namun taktik yang timnya rencanakan tidak bisa berjalan lancar.

Hal ini disebabkan karena PSIS yang menerapkan strategi permainan bertahan.

Tony mengatakan, PSIS menumpuk sampai sepuluh pemain didaerah pertahannya guna menahan gempuran serangan Marcel Sacramento dkk.

"Kami coba mengawali pertandingan langsung inisiatif penyerangan. Tapi kami mengalami kendala dengan strategi lawan. Mereka menumpuk sepuluh pemain di daerah pertahanan sendiri. Masalah kami, kami tidak ada winger yang cepat untuk melewati barisan pertahanan PSIS," ungkapnya.

Disisi lain, kesalahan-kesalahan mendasar skuat asuhan Amilton de Oliveira membuat beberapa upaya serangan Persipura menjadi kurang maksimal.

"Kesalahan juga, masalah klasik sepakbola seperti passing, kami juga dituntut untuk menang. Tapi terlepas daripada itu, kami menghormati kerja keras pemain. Mereka sudah mengeluarkan semua kemampuan. Tapi inilah sepak bola kami harus hormati apa yang pemain lakukan," katanya.

Tony menambahkan, hasil imbang menghadapi PSIS menjadi bahan evaluasi timnya. Terutama mencari pemain berposisi winger yang memiliki kualitas mumpuni.

Agar pada saat bertemu lawan dengan strategi bertahan, timnya tidak menemui jalan buntu saat membangun serangan.

"Bagi saya lawan hari ini memperagakan permainan negatif. Lawan bermain terlalu dalam sehingga ruang buat kami sangat sempit. Disini kami memerlukan pemain yang memiliki skill ball dan kecepatan yang bagus. Ini evaluasi kami untuk kedepan.

"Pemain sudah bermain semaksimal mungkin. Ini soal keberuntungan juga. Ini bahan evaluasi kami kedepan," tandasnya.(*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved