Pemilu 2019

Johan Budi Jadi Bacaleg PDIP dari Dapil Jawa Timur VII

Staf Khusus Presiden Johan Budi membenarkan dirinya maju sebagai calon anggota DPR periode 2014-2019 dari PDIP.

Johan Budi Jadi Bacaleg PDIP dari Dapil Jawa Timur VII
TRIBUNJATENG.COM/HERUDIN
Johan Budi 

TRIBUNJATENG.COM - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi Sapto Pribowo, membenarkan dirinya maju sebagai calon anggota DPR periode 2014-2019 dari PDIP.

Ia mengaku, sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan maju menjadi calon wakil rakyat.

Johan terdaftar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VII, meliputi Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Trenggalek.

"Keputusan ini saya ambil setelah melakukan evaluasi terhadap tugas dan pekerjaan saya saat ini dan perenungan dalam enam bulan terakhir, serta juga sudah berdiskusi dengan keluarga. Saya memutuskan untuk beralih dalam ladang pengabdian yang berbeda, yaitu melalui jalur politik," ujar Johan, Selasa (17/7).

Johan menambahkan, dalam perenungan tersebut, ia ditawari PDIP menjadi caleg. Ia merasa akan bisa berbuat lebih banyak untuk negara jika menjadi anggota DPR.

"PDIP menjadi pilihan saya karena saya menganggap PDIP adalah partai yang lebih banyak menyentuh dan bicara tentang rakyat kecil," ujar mantan pimpinan KPK itu.

"Selain itu, konsep PDIP tentang negara kesatuan RI berdasarkan Pancasila serta paham nasionalis religius yang diusung PDI-P sesuai dengan prinsip saya dalam bernegara," katanya.

Johan sebelumnya bukan kader PDIP. Namanya dikenal publik sejak ia menjadi juru bicara KPK.

Pada saat KPK mengalami kekosongan kepemimpinan, pada Februari 2015 lalu, Presiden Joko Widodo menunjuk Johan untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) Pimpinan KPK.

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi telah memberikan izin kepada Johan Budi untuk maju sebagai bakal caleg.

"Pak Johan Budi telah meminta izin dari Bapak Presiden, dan Bapak Presiden telah memberikan izin," kata Pramono di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa.

Pramono menuturkan, Jokowi mengizinkan Johan maju dalam pemilihan legislatif dari PDIP karena dibutuhkan partai. Menurut Pramono, PDIP-lah yang menawarkan kepada mantan Komisioner KPK itu menjadi caleg dari Dapil Jawa Timur VII.

Adapun alasan PDIP mengusung Johan, kata Pramono, adalah karena nama juru bicara Istana Kepresidenan itu cukup representatif dan baik di publik. Bahkan, kata dia, sempat ada usul dari internal partai untuk menjadikan Johan sebagai calon gubernur atau wakil gubernur untuk Jawa Timur. "Suara-suara itu ditangkap struktural partai," ujarnya. (Tribun Network/yan/zal/mam/wly)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help