Pemilu 2019

Kapitra Pengacara Riziq Nyaleg DPR RI Melalui PDIP

Kapitra Pengacara Riziq Nyaleg DPR RI Melalui PDIP. Hal ini dibenarkan Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto

Kapitra Pengacara Riziq Nyaleg DPR RI Melalui PDIP
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengacara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, maju sebagai calon anggota DPR dari PDIP. Kapitra maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat.

Hal ini dibenarkan Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto. Nama Kapitra sudah didaftarkan PDIP ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), bersama dengan 574 caleg PDIP lainnya.

"Iya, sebagaimana kami nyatakan, dialog kami dengan masyarakat Sumatera Barat, itu betul-betul memang menghendaki adanya jembatan penghubung dengan PDIP, sehingga yang bersangkutan dicalonkan oleh PDIP dari Dapil Sumbar," kata Hasto seusai mendaftarkan caleg PDIP ke KPU, Jakarta, Selasa (17/7).

Saat ditanya soal sikap Kapitra Ampera dan Rizieq Shihab yang selama ini kerap bertentangan dengan pemerintahan Jokowi, Hasto hanya menjawab diplomatis. Ia mengatakan, PDIP membuka kesempatan bagi seluruh kelompok masyarakat.

"Seluruh komponen masyarakat apapun setiap warga negara apa pun dukungan politiknya, mereka adalah warga bangsa yang harus diajak berdialog sesuai dengan kepemimpinan Pak Jokowi," kata Hasto.

Ketika dikonfirmasi, Selasa malam, Kapitra membantah pernyataan Hasto. "Enggak, enggak, enggak. Saya enggak ngomong begitu (maju jadi caleg dari PDIP). Besok (Rabu hari ini--Red) saya akan menjelaskan secara detail semuanya soal itu," kata Kapitra.

Kapitra juga mengaku tidak pernah sama sekali bertemu dengan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. "Saya belum pernah ketemu Hasto seumur hidup saya," tegas Kapitra.

Kapitra sekaligus menanggapi pernyataan Hasto yang menyebutkan bahwa pencalonan dirinya merupakan aspirasi dari masyarakat Sumbar. Ia menegaskan, tak pernah bertemu dengan Hasto, apalagi membahas dukungan masyarakat Sumbar tersebut.

"Kan dibilang pencalegan saya ini aspirasi masyarakat Sumatera Barat. Itu kan urusan parpol, bukan urusan saya. Saya sendiri belum pernah diajak komunikasi dengan Hasto dan saya tidak pernah bertemu dengan dia seumur hidup saya. Saya juga belum pernah dikasih tahu bahwa ada aspirasi masyarakat Sumbar," ujar Kapitra.

Jadi, soal dukungan masyarakat Sumbar tersebut, Kapitra tidak bisa menjelaskan apa-apa. "Biar saja itu parpol PDI-P yang menjelaskan. Kalau aspirasi masyarakat, ya kan itu urusannya parpol," ujar Kapitra.

Pendiri Partai Keadilan

Selain Kapitra, di daftar nama caleg PDIP juga terdapat sejumlah nama yang mengejutkan. Bahkan ada nama pendiri Partai Keadilan (PK), yang merupakan cikal bakal PKS, Yusuf Supendi, di daftar caleg PDIP yang didaftarkan ke KPU. Yusuf terlihat bersama kader PDIP saat mendatangi kantor KPU. Ia terdaftar sebagai caleg di Dapil V Jawa Barat, di antaranya Kabupaten Bogor, daerah asalnya.

"Saya bertafakur, mohon izin dan doa restu dari ibunda tercinta, serta konsultasi kepada para tokoh agama, jamaah pengajian, peneliti, dan para pengacara, maka mantaplah pilihan dan ijtihad politik saya bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)," ujar Yusuf Supendi.

Mengenai kepindahannya ke PDIP, Yusuf mengatakan semua itu berdasarkan riset yang ia lakukan. (Tribun Network/yan/zal/mam/wly)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help