Lima Siswa SMA Negeri 3 Semarang Borong Lima Medali OSN 2018 di Padang

Lima dari tujuh siswa SMA Negeri 3 Semarang berhasil memborong lima medali dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN)

Lima Siswa SMA Negeri 3 Semarang Borong Lima Medali OSN 2018 di Padang
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik SMA Negeri 3 Semarang, Emi Irianingsih, bersama tiga siswa pemeroleh medali di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (18/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lima dari tujuh siswa SMA Negeri 3 Semarang berhasil memborong lima medali dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar di Padang, Sumatera Barat, pada 1-7 Juli kemarin. Mereka sekaligus mewakili Provinsi Jawa Tengah di olimpiade tersebut.

Satu di antaranya berhasil membawa pulang medali emas dalam kategori lomba Ilmu Kebumian yaitu Naumi Agnes. Ia mengatakan, mengalami persaingan yang ketat saat mengikuti olimpiade tersebut.

Alasannya, banyak peserta lain yang terbilang pandai dan hebat. Di antaranya wakil dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan beberapa provinsi di Sumatera.

"Makanya rasanya tidak menyangka bisa mengalahkan peserta lain yang hebat-hebat dan pandai dari beberapa provinsi," kata Agnes, sapaannya, Rabu (18/7/2018).

Namun, kata Agnes, dirinya telah melakukan persiapan yang serius untuk bisa memenangi olimpiade itu. Selain mengikuti pelatihan dari pihak sekolah, pihaknya juga belajar secara mandiri dengan memanfaatkan internet dan beberapa buku tentang kebumian.

"Jadi belajar Ilmu Kebumian tidal hanya di sekolah saja. Di rumah juga. Setiap ada waktu luang saya gunakan untuk mempelajarinya. Dari buku, internet dan lainnya," papar ramaja yang punya cita-cita masuk Jurusan Tehnik Geologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu.

Kategori Ilmu Kebumian dipilihnya bukan tanpa alasan. Siswi kelas XI itu mengatakan, sudah tertarik dengan ilmu kebumian sejak kecil, bahkan pada saat duduk di bangku SMP juga pernah mengikuti lomba akademik di bidang kebumian.

Siswa lainnya mengikuti olimpiade kategori Ilmu Kimia, Tito Wijayanto mengatakan, meski bukan juara utama dan hanya memperoleh medali perunggu, namun prestasi itu membuatnya terkesan karena berhasil mengalahkan beberapa kompetitor dari provinsi lain.

"Saya sudah berusaha namun hanya dapat perunggiu. Perjuangannya berat karena peserta lain juga hebat. Tapi saya bersyukur masih bisa memperoleh perunggu," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved