516 Calhaj Kudus Berisiko Penyakit Berat

Sebanyak 516 calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus terindikasi penyakit degeneratif

516 Calhaj Kudus Berisiko Penyakit Berat
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Calhaj Kudus tengah melakukan manasik tingkat Kabupaten di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (19/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sebanyak 516 calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus terindikasi penyakit degeneratif.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terdapat tim pemandu haji daerah (TPHD) dan tenaga kesehatan haji daerah (TKHD) sebanyak sembilan personel.

Penyakit degeneratif merupakan penyakit berat yang meliputi jantung, kanker, hipertensi, diabetes, dan stroke.

Jamaah yang tergolong berpenyakit degeneratif ditandai dengan gelang khusus berwarna oranye. Sejak berangkat ke Tanah Suci sampai kembali ke Tanah Air, gelang tersebut harus dikenakan.

"Agar lebih mudah dan mengetahui jika jamaah tersebut berisiko penyakit degeneratif," kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kudus Su'udi saat manasik yingkat kabupaten di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (19/7/2018).

Kudus sendiri ada 1.422 calhaj yang bakal berangkat tahun ini. Mereka tergabubg dalam kelompok terbang (kloter) 53 sampai 57. Rencana pemberangkatan kelima kloter tersebut pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2018.

Dari jumlah calhaj yang akan berangkat, kata Su'udi, sedianya ada 1.426 yang telah melakukan pelunasan biaya ibadah haji. Hanya saja terdapat jamaah yang meninggal, serta jamaah mutai keluar Kudus.

"Tapi juga ada jamaah mutasi masuk. Totalnya ada 1.422 calhaj yang bakal berabgkat," katanya.
Sampai saat ini, calhaj Kudus telah melakukan manasik tingkat kabupaten. Mereka dikumpulkan jadi satu untuk menjalani simulasi ibadah haji.

Dimulai dari Gedung Jamiyatul Hujjaj Kudus (JHK), para calhaj berjalan menuju Alun-alun Simpang Tujuh Kudus untuk menjalankan rentetan simulasi ibadah haji misalnya tawaf, sai, dan lempat jumrah.

Saat manasik terdapat satu calhaj yang pingsan. Calhaj bernama Pasmi (57) itu langsung mendapat pertolongan petugas kesehatan dan dimasukkan ke dalam ambulans. Karena sebelumnya tak sempat sarapan, hal itu yang menyebabkan calhaj asal Desa Cendono, Kecamatan Dawe lemas dan sempat tak sadarkan diri.

"Tidak punya riwayat sakit berat. Karena bekum sempat sarapan jadinya lemas," kata Pasmi. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help