Dukcapil Kudus Masih Belum Bisa Isi Kolom Agama Penghayat Kepercayaan

Bagi penganut kepercayaan sampai saat ini masih kosong kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

Dukcapil Kudus Masih Belum Bisa Isi Kolom Agama Penghayat Kepercayaan
net
Ilustrasi Penghayat Kepercayaan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bagi penganut kepercayaan sampai saat ini masih kosong kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

Sejauh ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kudus masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Sebenarnya untuk penganut kepercayaan pada kolom agama akan segera diisi. Sudah ada surat edaran, hanya belum ada petunjuk teknis," ucap Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kudus Ahmad Sofyan, Minggu (22/7/2018).

Dia berujar, untuk mengisi kolom agama pada penganut kepercayaan cukup kompleks. Saat ini, kata dia, KTP-el yang dipegang oleh penganut kepercayaan masih berupa setrip pada kolom agama.

Dari informasi yang dia terima, sebelumnya harus ada verifikasi perihal penganut kepercaryaan. Misalnya saja apakah sudah tercatat oleh negara atau belum. Selain itu juga terdapat verifikasi status perkawinan.

"Sebenarnya untuk aplikasi pengisian kolom agama kami sudah ada. Cuma kurang petunjuk teksin saja. Jika nanti sudah ada (petunjuk teknis) bisa langsung datang bagi penganut kepercayaan ke kantor Disdukcapil," katanya.

Satu di antara penganut kepercayaan yang ada di Kudus yakni Sedulur Sikep. Di Kudus sendiri terdapat sedikitnya 800 penganut yang tersebar.

Satu di antaranya Budi Santoso. Warga Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kudus ini mengaku telah dua kali mencoba mengurus kolom agama KTP-el agar terisi. Namun karena masih belum ada petunjuk teknis, akhirnya hasil usahanya nihil.

"Tentu kami menyambut baik adanya kebijakan pengisian kolom agama bagi penganut kepercayaan seperti saya oleh pemerintah," kata Budi.

Meski begitu, kata dia, dia berharap pada pengisian kolom agama bagi penganut kepercayaan bisa ditulis secara jelas jenis aliran kepercayaannya. Pasalnya hal itu bisa mengurangi stigma pada kalangan masyarakat.

"Selama ini kami diartikan tidak punya agama. Adanya kebijakan pemerintah tentang pengisian kolom agama, kami menyambut baik. Meski katanya, nanti hanya diisi penghayat kepercayaan, tapi tidak apa-apa. Kami mengikuti saja," katanya.

Budi melanjutkan, pengosongan kolom agama oleh penghayat kepercayaan dimulai sejak 2004. Sebelumnya, mereka harus mengisi kolom agama sesuai dengan agama resmi negara.

"Kami perjuangkan sejak sekitar 1995. Sampai akhirnya pada 2004, kami bisa mengosongkan kolom agama," katanya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help