Kendal Beribadat

Meriahnya Lomba Tek-tek Tanda Bebaya di Kendal

Pemkab Kendal mengadakan lomba Tek-Tek Tanda Bebaya (Tanda Bahaya) pada Jumat (20/7).

Meriahnya Lomba Tek-tek Tanda Bebaya di Kendal
TRIBUNJATENG/DHIAN ADI PUTRANTO/ist
KENTONGAN - Peserta lomba menari dan bernyanyi dengan diiringi alat komunikasi tradisional, kentongan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemkab Kendal mengadakan lomba Tek-Tek Tanda Bebaya (Tanda Bahaya) pada Jumat (20/7).

Lomba tersebut memadukan gerakan tarian dengan nyanyian yang diiringi musik yang berasal dari Alat komunikasi tradisional yakni kentongan.

Ketua panitia, Ferry Rad Bonay saat dikonfirmasi pada Minggu (22/7) mengatakan Lomba itu diadakan untuk merayakan Hari jadi ke 413 Kabupaten Kendal.

Menurutnya saat ini alat komunikasi kentongan jarang digunakan, sehingga alat komunikasi itu perlu dilestarikan.

"Hal ini juga mengingatkan para warga tentang pentingnya mengadakan ronda malam untuk menjaga keamanan lingkungannya," terangnya.

Dalam perlombaan itu ada enam desa yang menjadi peserta lomba untuk memperebutkan juara. Enam desa itu sebelumnya harus melalui proses kualifikasi dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten.

"Yang menjadi juara lomba ini adalah Desa Sendangdawung dari kecamatan Kangkung juara pertama, desa Sukodadi dari Kecamatan Singorojo menjadi juara kedua, dan yang menjadi juara ketiga Desa Pucangrejo dari kecamatan Gemuh," terangnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Anissa saat membuka acara menyampaikan kebanggaannya dengan kreatifitas para warganya atas terselenggaranya perlombaan ini. Menurutnya budaya ronda sangat perlu dipertahankan.

"Ronda itu memberikan rasa aman pada masyarakat. Saya berharap budaya ronda malam bisa terus ada," ujar Mirna. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved