Subaedi Mampu Pasarkan Kerajinan Kulit Khas Batang Hingga Australia

Bahkan Ia mampu memasarkan produk kerajinan kulitnya seperti sabuk, sepatu, tas dan dompet hingga luar negeri

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Subaedi seorang warga Desa Masin, Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang mampu bertahan di tengah-tengah persaingan industri.

Bahkan Ia mampu memasarkan produk kerajinan kulitnya seperti sabuk, sepatu, tas dan dompet hingga luar negeri karena kualitas produknya.

Subaedi mengklaim bahwa produk kerajinannya kuat dan tahan lama hingga sepuluh tahun.

Laki-laki berusia 56 tahun tersebut, telah memulai usaha kerajinan kulit sejak 1985 dengan berbekal pengalamannya yang pernah menjadi pengrajin kulit di salah satu perusahaan swasta.

Tak hanya bekal pengalaman saja, keuletan, ketepatan waktu dan profesionalisme serta mengutamakan kualitas produk selalu Ia terapkan dalam usahanya sehingga produknya laris dan dipercaya produsen luar negeri.

"Kualitas produk menjadi hal yang paling penting, dari memilih kulit yang benar-benar bagus, kerapihan jahitan, dan tepat waktu, dan yang membedakan adalah ada ukiran-ukiran khas batang dalam produk saya,"ujarnya.

Proses produksi kerajinan Subaedi bertempat di Desa Masin, yang juga berada di sentra kerajianan kulit Kabupaten Batang dan sekaligus menjadi tempat pemasaran produk.

Dalam proses pembuatanya, pertama kali kulit sapi yang telah disamak dipotong-potong sesuai desain kerajinan yang ingin dibuat, kemudian dihaluskan kembali lalu dijahit dan dilem sama seperti proses pembuatan ikat pinggang, sepatu oada umumnya.

Dikatakan Subaedi, dalam sebulan omsetnya bisa mencapai puluhan juta yang dipasarkan di Papua, dan kota-kota besar di Seluruh Indonesia bahkan telah menembus pasar Australia.

Untuk Harga, Subaedi mematok produknya mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah bergantung kualitas produk dan kerumitannya.

"Kalau dari harga relatif dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah bergantung kualitas dan kerumitan pesanan,"

Dalam sebulan Subaedi mampu memproduksi hingga ratusan produk yang dibantu lima karyawannya.

"Alhamdulillah dalam sebulan bisa sampai ratusan produk dari sabuk, sandal, sepatu, tas, dompet dengan lima karyawan, tapi kalau pesanan banyak saya berdayakan warga sekitae untuk mengejar target pesanan agar tetap tepat waktu," pungkasnya.

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved